Bagaimana Bertanya ke Seseorang yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
Kalau kamu melihat teman yang belakangan terlihat berbeda, kamu tidak harus menunggu sampai tahu persis apa yang sedang terjadi untuk mulai bertanya. Pertanyaan yang disampaikan dengan tulus bisa menunjukkan bahwa kamu peduli.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, menekankan bahwa kepekaan terhadap orang di sekitar adalah sesuatu yang bisa dilatih. Pertanyaan sederhana dapat membuka ruang ketika disampaikan dengan tulus dan tanpa menghakimi. Mendengarkan juga sering kali lebih penting daripada terburu-buru memberikan solusi. Karena itu, keberanian untuk bertanya merupakan bagian penting dari pilar LISTEN dalam gerakan #BeraniHadir.
Di artikel ini, kamu akan belajar cara memulai percakapan dengan teman yang terlihat sedang tidak baik-baik saja tanpa membuatnya merasa ditekan.
Daftar Isi
- Kenapa Kita Kadang Takut Bertanya kepada Teman yang Terlihat Down? >
- Bagaimana Cara Bertanya tanpa Membuat Teman Merasa Diinterogasi? >
- Apa yang Harus Dilakukan Kalau Teman Menjawab, โAku Baik-Baik Sajaโ? >
- Bagaimana Kalau Teman Mulai Menceritakan Masalahnya? >
- Kapan Kamu Perlu Mengajak Orang Lain untuk Membantu? >
- FAQ Cara Menanyakan Kondisi Teman yang Terlihat Down >
- Kesimpulan >
Kenapa Kita Kadang Takut Bertanya kepada Teman yang Terlihat Down?
Kita sering takut bertanya karena khawatir pertanyaan justru membuat suasana canggung atau membuat teman merasa diperhatikan secara berlebihan.
Kamu bisa mulai dengan, โKamu belakangan kelihatan capek, kamu baik-baik saja?โ Tanpa perlu berusaha menggali terlalu jauh. Karakteristik temanmu berbeda-beda, ada yang suka bercerita, ada yang lebih memilih diam. Jadi, tunjukkan saja dulu kepedulianmu agar mereka tidak merasa sendiri.
UNICEF menjelaskan bahwa komunikasi yang empatik dan mendengarkan secara aktif dapat membantu remaja merasa didengar, dipahami, dan tidak sendirian.
Bagaimana Cara Bertanya tanpa Membuat Teman Merasa Diinterogasi?
Tunjukkan perhatian tanpa memaksa teman bercerita.
- Pilih waktu dan tempat.
- Gunakan kalimat yang menunjukkan kekhawatiran, bukan tuduhan.
- Beri kesempatan teman menjawab dengan caranya sendiri.
- Jangan memaksa ketika ia belum siap bercerita.
- Tawarkan bahwa kamu bersedia mendengarkan jika ia ingin bicara nanti.
Daripada berkata, โKamu kenapa sih dari tadi murung?โ kamu bisa mengatakan, โAku lihat kamu belakangan lebih diam. Aku cuma mau memastikan, kamu lagi baik-baik saja?โ
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: โPertanyaan sederhana bisa menjadi awal dari percakapan yang berarti. Yang penting, tanyakan dengan tulus dan beri ruang untuk mereka menjawab.โ
Apa yang Harus Dilakukan Kalau Teman Menjawab, โAku Baik-Baik Sajaโ?
Kamu tidak perlu langsung menganggap jawabannya sebagai tanda bahwa semuanya benar-benar baik. Jika masih khawatir, beri ruang tanpa memaksanya.
Kamu bisa menjawab, โOke, aku percaya. Tapi kalau suatu saat kamu mau cerita, aku ada.โ Ini menunjukkan bahwa kamu menghargai batasannya. Kamu tidak memaksa teman bercerita, tapi kamu juga menunjukkan kepedulian yang mereka butuhkan.
Perhatikan juga pola, bukan hanya satu momen. Jika perubahan pada teman menetap, kamu bisa mengajak orang dewasa yang dipercaya untuk membantu.
Bagaimana Kalau Teman Mulai Menceritakan Masalahnya?
Kalau teman mulai terbuka, cobalah lebih banyak mendengarkan. Kamu tidak harus langsung mencari solusi.
Kamu bisa merespons:
- โMakasih sudah cerita ke aku.โ
- โAku bisa ngerti kenapa itu terasa berat.โ
- โAku di sini kalau kamu mau cerita.โ
- โKamu mau aku dengarkan saja atau kamu ingin kita cari bantuan bersama?โ
UNICEF juga menyarankan agar remaja diberi ruang untuk mengungkapkan perasaan tanpa dihakimi atau langsung diambil alih masalahnya.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, โKamu tidak perlu mengetahui masalahnya terlebih dahulu untuk menunjukkan kepedulian. Mulailah dengan bertanya dan benar-benar mendengarkan.โ
Kapan Kamu Perlu Mengajak Orang Lain untuk Membantu?
Kamu tidak harus menangani semuanya sendirian. Jika teman membutuhkan bantuan segera, ajak orang dewasa yang dipercaya, guru BK, atau konselor untuk membantu.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang berada dalam kondisi darurat, segera hubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau hubungi Indonesia Sehat Jiwa melalui form https://s.id/formkonselinghotline atau nomor emergency response di WA 08113788898 untuk mendampingi situasi krisis kapan pun dibutuhkan. Kamu juga bisa akses JakCare melalui aplikasi Jaki atau hubungi hotline 24 jam 0800-1500-119 untuk bantuan lainnya. Ingat, kamu tidak sendirian.
FAQ Cara Menanyakan Kondisi Teman yang Terlihat Down
Kesimpulan
Kamu tidak harus menjadi ahli untuk menunjukkan kepedulian kepada seseorang yang sedang tidak baik-baik saja. Dengan berani bertanya, mendengarkan tanpa menghakimi, dan tetap hadir, kamu bisa menjadi salah satu orang yang membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Lewat pilar LISTEN dalam gerakan #BeraniHadir, Peluk Diri mengajak kamu untuk mulai lebih peka terhadap orang-orang di sekitar. Kamu tidak harus punya semua jawabannya untuk bisa hadir. Kadang, satu pertanyaan sederhana seperti โKamu baik-baik saja?โ sudah cukup menjadi awal yang berarti.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sendiri sedang mengalami masa yang sulit, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.