Apa Itu Sibling Bullying dan Bagaimana Dampaknya pada Mental Remaja?

Sibling bullying adalah perilaku menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi yang dilakukan saudara kandung secara berulang, baik secara fisik, verbal, maupun emosional, di dalam rumah.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, banyak remaja merasa bingung membedakan candaan wajar dengan sibling bullying karena pelakunya adalah keluarga sendiri. Ia menjelaskan bahwa sibling bullying dapat memengaruhi rasa aman remaja di rumah, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling nyaman untuk bertumbuh. Nenden menekankan pentingnya orang tua tidak menganggap remeh laporan anak mengenai perlakuan saudaranya.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari ciri, dampak, dan cara menghadapi sibling bullying.

Daftar Isi

Apa Ciri Sibling Bullying yang Perlu Kamu Kenali?

Ciri sibling bullying terlihat dari pola perlakuan yang berulang dan membuatmu merasa tidak berdaya di rumah sendiri, tempat yang seharusnya paling nyaman.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai persaingan wajar antar saudara, padahal jika terjadi berulang dan menyakitkan, ini termasuk sibling bullying. Kondisi ini sering tidak dianggap serius karena terjadi di dalam rumah dan pelakunya adalah keluarga sendiri, padahal dampaknya bisa sama beratnya dengan bullying yang terjadi di sekolah atau lingkungan pertemanan.

  • Mengejek fisik, kebiasaan, atau pencapaianmu secara terus-menerus.
  • Merusak atau mengambil barang pribadimu tanpa izin.
  • Melakukan kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong.
  • Mengucilkan atau membuatmu selalu disalahkan di depan orang tua.
  • Membandingkan pencapaianmu dengan saudara secara terus-menerus hingga membuatmu minder.
  • Menyebarkan kelemahan atau kekuranganmu kepada orang lain agar kamu dipermalukan.

Bagaimana Sibling Bullying Berdampak pada Kesehatan Mental Remaja?

Sibling bullying dapat berdampak pada kesehatan mental remaja karena terjadi berulang di lingkungan yang seharusnya paling aman.

Penelitian dalam Journal of Youth and Adolescence (2021) menemukan bahwa sibling bullying berkaitan dengan menurunnya kesejahteraan dan rasa percaya diri remaja hingga masa remaja akhir.

Studi lain yang dipublikasikan di PMC (2019) turut menunjukkan bahwa remaja yang menjadi korban sibling bullying memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri di kemudian hari.

Dampak ini sering tidak terlihat dari luar karena banyak remaja memilih diam demi menjaga keharmonisan keluarga, padahal semakin lama dipendam, semakin berat pula beban emosional yang harus ditanggung. Rasa tidak aman ini bisa terbawa hingga remaja tumbuh dewasa jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Bagaimana Cara Menghadapi Sibling Bullying di Rumah?

Cara menghadapi sibling bullying dimulai dari mengenali bahwa perasaanmu valid dan berhak dibicarakan.

  1. Sampaikan perasaanmu kepada saudara secara langsung dan tenang.
  2. Ceritakan situasi ini kepada orang tua tanpa menunggu masalah membesar.
  3. Simpan bukti jika perlakuan tersebut berulang dan menyakitkan.
  4. Jaga jarak sementara jika situasi terasa terlalu berat untuk dihadapi sendiri.
  5. Cari dukungan dari orang dewasa lain seperti guru atau konselor jika diperlukan.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Bicarakan perasaanmu sejak awal. Diam justru bisa membuat pola ini terus berulang dan semakin menyakitkan dari waktu ke waktu, bahkan hingga kalian dewasa.“

Kapan Sebaiknya Meminta Bantuan Orang Dewasa?

Kamu sebaiknya meminta bantuan orang dewasa ketika sibling bullying sudah memengaruhi keseharian dan kondisi emosionalmu secara nyata.

  • Kamu merasa takut atau cemas setiap berada satu rumah dengan saudaramu.
  • Kekerasan fisik terjadi berulang tanpa penyelesaian.
  • Kamu mulai menarik diri atau kehilangan rasa percaya diri.
  • Kamu merasa tidak ada yang membela atau mempercayai ceritamu.

Segera bicarakan kondisi ini kepada orang tua, guru, atau konselor sekolah yang kamu percaya agar mendapat penanganan dan dukungan yang tepat.

FAQ Sibling Bullying

  • Apakah semua konflik dengan saudara termasuk sibling bullying secara otomatis?
    Tidak selalu. Perbedaan pendapat wajar terjadi, namun menjadi masalah jika terjadi berulang dan menyakiti secara fisik maupun emosional.
  • Apakah wajar merasa sulit bicara ke orang tua soal ini?
    Wajar. Kamu bisa mulai dari menuliskan perasaanmu terlebih dahulu, lalu perlahan menyampaikannya secara langsung saat suasana sedang tenang.

Kesimpulan

Sibling bullying adalah masalah nyata yang berdampak serius pada kesehatan mental remaja meski sering dianggap sepele karena terjadi di dalam rumah. Dengan berani bersuara, menyampaikan perasaan secara jujur, dan mencari dukungan dari orang dewasa yang tepat, kamu bisa melindungi kesehatan mentalmu sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki hubungan dengan saudaramu di masa depan, tanpa harus terus memendam luka yang sama.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sedang merasa lelah menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari saudaramu sendiri dan bingung harus bercerita ke siapa, kamu tidak perlu memendamnya sendirian. Melalui aplikasi konseling online Peluk Diri, kamu bisa bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi dan menemanimu menemukan cara terbaik untuk menghadapi situasi ini.

Jangan lupa kunjungi laman layanan konseling online dan laman utama Peluk Diri untuk informasi seputar kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri