Apa Itu Emotional Flooding dan Kenapa Emosi Bisa Tidak Terkendali
Emotional flooding adalah kondisi ketika emosi yang kamu rasakan datang secara tiba-tiba dan begitu kuat, sehingga kamu sulit berpikir jernih atau mengendalikan reaksimu sendiri.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin pernah tiba-tiba menangis atau mengirim pesan yang kemudian kamu sesali, padahal awalnya kamu tidak berniat bereaksi sebesar itu. Kondisi ini bukan tanda kamu tidak bisa mengendalikan diri, melainkan tanda emosimu sedang melebihi kapasitas yang bisa kamu proses saat itu.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu emotional flooding, tanda-tandanya, serta cara menghadapinya dengan sehat.
Daftar Isi
- Apa yang Terjadi di Otak Saat Kamu Mengalami Emotional Flooding? >
- Apa Saja Tanda Kamu Sedang Mengalami Emotional Flooding? >
- Apa yang Biasanya Memicu Emotional Flooding pada Remaja? >
- Bagaimana Cara Menenangkan Diri Saat Emotional Flooding Sedang Terjadi? >
- Bagaimana Cara Memperbaiki Situasi Setelah Emotional Flooding Terjadi? >
- Waktu yang Baik untuk Mencari Bantuan Orang Sekitar >
- FAQ Emotional Flooding >
- Kesimpulan >
Apa yang Terjadi di Otak Saat Kamu Mengalami Emotional Flooding?
Saat kamu mengalami emotional flooding, bagian otak yang mengatur emosi mengambil alih bagian otak yang biasanya membantumu berpikir logis.
Menurut New Growth Counseling, saat emotional flooding terjadi, bagian otak yang mengatur emosi mengambil alih bagian otak yang membantu berpikir logis dalam hitungan detik, sehingga detak jantung meningkat dan kemampuan menyelesaikan masalah untuk sementara terhenti.
Apa Saja Tanda Kamu Sedang Mengalami Emotional Flooding?
Tanda kamu sedang mengalami emotional flooding antara lain jantung berdebar kencang, sulit berpikir jernih, dan dorongan untuk bereaksi secara impulsif.
Kalau kamu mengenali tanda-tanda ini pada dirimu, itu adalah sinyal untuk berhenti sejenak sebelum merespons, bukan tanda bahwa ada yang salah denganmu.
Apa yang Biasanya Memicu Emotional Flooding pada Remaja?
Emotional flooding biasanya dipicu oleh situasi yang terasa mengancam secara emosional, meski intensitas pemicunya berbeda pada tiap orang.
- Konflik atau perdebatan yang terasa tiba-tiba dan tidak terduga.
- Kritik atau komentar yang terasa menyerang, meski tidak dimaksudkan seperti itu.
- Tumpukan tekanan dari berbagai hal yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Mengenali pemicu-pemicu ini bisa membantumu lebih siap menghadapi situasi serupa, atau setidaknya memahami kenapa reaksi ini muncul begitu kuat.
Bagaimana Cara Menenangkan Diri Saat Emotional Flooding Sedang Terjadi?
Kamu bisa menenangkan diri saat emotional flooding dengan menjauh sejenak, menarik napas perlahan, dan menunda respons sampai lebih tenang.
Menurut Wildflower Center for Emotional Health, memberi jeda pada diri sebelum merespons adalah cara paling efektif meredakan emotional flooding, karena tubuh membutuhkan waktu agar sistem sarafnya kembali tenang.
- Jauhi sejenak situasi yang memicu, meski hanya beberapa menit.
- Tarik napas secara perlahan sambil menghitung dalam hati.
- Tunda responsmu sampai kamu merasa lebih tenang, meski itu berarti melanjutkan percakapan nanti.
- Minum air putih atau basuh wajahmu untuk membantu tubuh kembali stabil.
Langkah-langkah ini membantu tubuh dan pikiranmu kembali ke kondisi yang lebih tenang, sehingga kamu bisa merespons dengan lebih jernih setelahnya
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Menunda respons bukan tanda kamu menghindar. Itu tanda kamu sedang memberi ruang bagi dirimu untuk merespons dengan lebih baik.“
Bagaimana Cara Memperbaiki Situasi Setelah Emotional Flooding Terjadi?
Kamu bisa memperbaiki situasi setelah emotional flooding dengan meminta maaf jika perlu, dan membicarakan masalahnya kembali saat sudah tenang.
- Akui jika responsmu tadi terasa berlebihan, tanpa perlu menyalahkan diri secara berlebihan.
- Jelaskan apa yang kamu rasakan saat itu kepada orang yang terlibat, jika kamu merasa nyaman melakukannya.
- Bicarakan kembali masalah yang memicu emosi tersebut setelah kamu merasa lebih tenang.
Dengan memperbaiki situasi setelah emotional flooding terjadi, kamu bisa menjaga hubunganmu tetap baik tanpa harus terus merasa bersalah.
Waktu yang Baik untuk Mencari Bantuan Orang Sekitar
Kamu sebaiknya mencari bantuan orang sekitar terutama orang dewasa ketika emotional flooding terjadi sering dan mengganggu hubunganmu, ketika kondisi ini sudah merusak hubunganmu dengan orang-orang terdekat, dan ketika kamu kesulitan pulih meski sudah mencoba berbagai cara menenangkan diri sendiri.
Kalau tandanya sudah seperti ini, sebaiknya bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor agar kamu bisa mendapat pendampingan yang lebih tepat.
FAQ Emotional Flooding
Kesimpulan
Emotional flooding adalah kondisi alami ketika emosi datang begitu kuat sehingga sulit dikendalikan, bukan tanda kamu tidak mampu mengelola diri. Dengan mengenali tanda dan pemicunya, kamu bisa menghadapi emosi yang meluap dengan lebih tenang.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering mengalami emotional flooding, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.