Kenapa Les Tambahan Tidak Selalu Jadi Solusi Stres Akademik? Ini Alasan Dibaliknya

Les tambahan tidak selalu menjadi solusi stres akademik karena bisa menambah beban jadwal dan tekanan tanpa benar-benar mengatasi akar masalahnya, terutama jika ditambahkan tanpa mempertimbangkan kondisi emosional dan kesiapan remaja itu sendiri.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, remaja mungkin merasa jadwal les tambahan justru membuat mereka semakin lelah, bukan makin siap menghadapi pelajaran di sekolah. Banyak orang tua menambah les dengan niat baik, tanpa menyadari bahwa jadwal yang terlalu padat bisa menjadi sumber stres baru. Ia menekankan bahwa kualitas belajar lebih penting daripada jumlah jam les yang diikuti.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari kenapa les tambahan tidak selalu efektif serta cara menyikapinya dengan lebih sehat.

Daftar Isi

Kenapa Menambah Jam Les Belum Tentu Meningkatkan Hasil Belajar?

Menambah jam les belum tentu meningkatkan hasil belajar karena efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas, bukan sekadar durasi.

Tinjauan dalam Frontiers in Psychology (2022) mencatat bahwa penelitian terdahulu menemukan pengeluaran untuk les tambahan berpengaruh pada nilai tes standar, namun tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap performa akademik di sekolah.

Artinya, menambah les tanpa mempertimbangkan kondisi belajar remaja secara keseluruhan berisiko hanya menambah beban tanpa hasil yang sepadan. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa faktor motivasi dan konteks keluarga jauh lebih berpengaruh terhadap hasil belajar dibanding sekadar menambah jam les.

Bagaimana Jadwal Les yang Padat Bisa Memicu Stres Akademik?

Jadwal les yang padat bisa memicu stres akademik karena mengurangi waktu istirahat dan ruang untuk kegiatan yang menyenangkan bagimu.

  • Waktu tidur berkurang karena jadwal les menumpuk setelah sekolah.
  • Berkurangnya waktu bersosialisasi dengan teman di luar urusan akademik.
  • Tubuh dan pikiran tidak sempat benar-benar beristirahat dari rutinitas belajar.
  • Muncul rasa jenuh yang membuat motivasi belajar justru menurun drastis.

Penelitian dalam International Journal of Research Granthaalayah mengidentifikasi stres, kecemasan, tekanan untuk berprestasi, dan berkurangnya waktu luang sebagai dampak psikologis yang muncul akibat shadow education atau les tambahan yang berlebihan.

Kapan Les Tambahan Justru Bisa Bermanfaat bagi Remaja?

Les tambahan bisa bermanfaat jika diberikan sesuai kebutuhan spesifik remaja, bukan sekadar mengikuti kebiasaan umum.

  • Membantu memahami materi yang benar-benar sulit dipahami di sekolah.
  • Diberikan dengan jadwal yang masih menyisakan waktu istirahat cukup.
  • Diikuti atas keinginan sendiri, bukan semata-mata karena tekanan orang tua.

Ketika ketiga syarat ini terpenuhi, les tambahan bisa menjadi dukungan yang membantu, bukan beban tambahan yang memberatkan keseharianmu.

Bagaimana Cara Mengevaluasi Kebutuhan Les Tambahanmu?

Mengevaluasi kebutuhan les tambahan bisa dimulai dari mengenali apakah les tersebut benar-benar membantu atau justru membebani.

  1. Perhatikan apakah kamu masih punya waktu istirahat yang cukup setelah les.
  2. Evaluasi apakah nilai atau pemahamanmu benar-benar membaik setelah mengikuti les.
  3. Sampaikan kepada orang tua jika merasa jadwal les terlalu padat.
  4. Diskusikan kemungkinan mengurangi jumlah les jika kamu merasa kewalahan.
  5. Coba tandai kegiatan mana yang paling menyita waktu dan energimu setiap minggu.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Les tambahan seharusnya membantu, bukan menambah beban. Jika terasa berat, itu tanda perlu dievaluasi kembali.“

Bagaimana Cara Membicarakan Hal Ini kepada Orang Tua?

Membicarakan kebutuhan les kepada orang tua bisa dilakukan dengan menyampaikan perasaanmu secara jujur, spesifik, dan tenang.

  • Jelaskan dampak jadwal les terhadap waktu istirahat dan suasana hatimu.
  • Usulkan alternatif seperti mengurangi jumlah les atau memilih jadwal yang lebih fleksibel.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Orang tua biasanya ingin yang terbaik untukmu. Sampaikan kebutuhanmu dengan tenang agar mereka bisa memahami situasimu.”

FAQ Les Tambahan dan Stres Akademik

  • Apakah semua les tambahan berdampak buruk bagi kesehatan mental?
    Tidak. Dampaknya tergantung jumlah, jadwal, dan apakah les tersebut sesuai kebutuhan nyata remaja, bukan sekadar mengikuti tren umum.
  • Bagaimana jika orang tua tetap ingin menambah les meski aku merasa lelah?
    Sampaikan perasaanmu secara terbuka, dan ajak orang tua mendiskusikan solusi yang lebih seimbang bersama, misalnya dengan mencoba dulu selama beberapa minggu.

Kesimpulan

Les tambahan tidak selalu menjadi solusi stres akademik jika ditambahkan tanpa mempertimbangkan kondisi emosional dan waktu istirahat remaja secara menyeluruh. Dengan mengevaluasi kebutuhan les secara jujur dan mengomunikasikannya kepada orang tua, kamu bisa menemukan keseimbangan antara belajar dan menjaga kesehatan mentalmu.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu merasa kewalahan dengan jadwal les yang padat dan butuh teman untuk bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling gratis Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi.

Jika kamu butuh pendampingan lebih terarah mengelola tekanan akademik, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri