Fitur Anti-Kecanduan Instagram & Facebook dari Meta, Ternyata Cuma Berlaku di Amerika Serikat

Meta akhirnya menghadirkan sejumlah fitur anti-kecanduan untuk melindungi remaja pengguna Instagram dan Facebook, mulai dari batas waktu pemakaian harian sampai mode malam otomatis. Sayangnya, seluruh fitur ini ternyata cuma berlaku untuk pengguna di Amerika Serikat.

Peluk Diri melihat ini sebagai pengingat bahwa perlindungan digital remaja masih sangat bergantung pada regulasi di masing-masing negara, dan remaja Indonesia belum tentu ikut merasakan manfaat yang sama meski platformnya dipakai secara global.

Sejumlah fitur anti-kecanduan yang dijanjikan Meta untuk melindungi pengguna remaja Facebook dan Instagram ternyata hanya berlaku bagi pengguna di Amerika Serikat. Fitur ini merupakan bagian dari kesepakatan penyelesaian gugatan senilai 18 miliar dolar AS antara Meta dan puluhan negara bagian AS, yang diumumkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Meta dituding sengaja merancang Facebook dan Instagram agar mendorong penggunaan kompulsif di kalangan anak di bawah umur (Bremanda & Wahyuni, 2026).

Daftar Isi

Apa Saja Fitur Baru yang Dijanjikan Meta?

Berikut sejumlah fitur anti-kecanduan yang disiapkan Meta untuk pengguna remaja.

  • Batas waktu pemakaian harian dua jam untuk pengguna di bawah 18 tahun.
  • Mode malam yang otomatis memblokir akses tengah malam hingga pukul 06.00.
  • Penyembunyian jumlah like secara default agar remaja tidak terus membandingkan validasi sosial.
  • Larangan penggunaan filter kosmetik ekstrem yang mengubah bentuk wajah secara drastis.
  • Notifikasi yang dibisukan otomatis pada jam sekolah, pukul 08.00 hingga 15.00.
  • Peningkatan teknologi verifikasi usia lewat kartu identitas atau pengenalan wajah, diuji ulang setiap tahun oleh pihak ketiga.

Kenapa Fitur Ini Hanya Berlaku di Amerika Serikat?

Seluruh fitur di atas lahir sebagai bagian dari kesepakatan hukum antara Meta dan pemerintah negara bagian di Amerika Serikat, sehingga secara hukum hanya mengikat untuk wilayah tersebut. Fitur ini juga hanya berlaku selama lima tahun sesuai isi kesepakatan, bukan komitmen permanen.

Juru bicara Meta menyebut perusahaan akan terus memantau perkembangan ini dan tetap berkomunikasi dengan pemerintah di negara lain, tapi tidak memberi kepastian soal kapan atau apakah fitur ini bakal diperluas ke luar Amerika Serikat. Meta bahkan menjanjikan perpanjangan masa berlaku fitur ini menjadi 10 tahun, asalkan platform lain seperti YouTube dan TikTok turut mengadopsi kebijakan serupa.

Pimpinan bidang hukum Meta, CJ Mahoney, menjelaskan alasan di balik permintaan ini, yaitu karena remaja berpindah dengan sangat cair di antara puluhan aplikasi, sehingga diperlukan solusi yang mencakup seluruh industri (Fauzan, 2026).

Lalu, Apa yang Sudah Ada untuk Remaja Indonesia Saat Ini?

Meski fitur anti-kecanduan terbaru ini belum menjangkau Indonesia, Meta sebenarnya sudah punya fitur perlindungan lain yang berlaku lebih luas, yaitu Teen Accounts di Instagram dan Facebook, yang juga sudah aktif untuk pengguna remaja Indonesia sejak PP TUNAS disahkan.

Kepala Kebijakan Publik Meta untuk Indonesia dan Filipina, Berni Moestafa, menyampaikan bahwa sejak regulasi tersebut disahkan tahun lalu, Meta telah meluncurkan Teen Accounts untuk Instagram dan Facebook di Indonesia sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap keamanan remaja (Saputra & Mediana, 2026). Teen Accounts menghadirkan pengalaman Facebook dan Instagram yang dirancang ulang khusus untuk remaja, mencakup perlindungan seputar siapa yang bisa berinteraksi dengan mereka, konten apa yang mereka lihat, dan apakah waktu mereka digunakan secara produktif.

Bedanya, Teen Accounts lebih berfokus pada pengaturan privasi dan jenis konten, sementara fitur anti-kecanduan terbaru yang eksklusif untuk AS jauh lebih spesifik menyasar kebiasaan pemakaian, seperti batas waktu harian dan mode malam otomatis.

Apa yang Bisa Dilakukan Remaja dan Orang Tua Indonesia Sementara Ini?

Sambil menunggu fitur serupa diperluas ke Indonesia, ada beberapa langkah yang bisa mulai dicoba sendiri.

  • Aktifkan pengaturan Teen Accounts dan sesuaikan tingkat privasi lewat menu pengaturan akun.
  • Manfaatkan fitur bawaan seperti pengingat waktu layar atau mode fokus yang sudah tersedia di kebanyakan ponsel.
  • Sepakati aturan bersama keluarga soal jam bebas gawai, terutama menjelang tidur dan saat jam belajar.

Tidak perlu menunggu fitur dari platform saja, kesadaran diri untuk membatasi screen time tetap jadi langkah paling langsung yang bisa dilakukan sekarang.

Kesimpulan

Fitur anti-kecanduan terbaru dari Meta menunjukkan bahwa platform besar sebenarnya mampu menghadirkan perlindungan yang lebih kuat bagi remaja, asal ada dorongan yang cukup besar, dalam kasus ini lewat jalur hukum di Amerika Serikat. Sayangnya, perlindungan seperti ini belum otomatis dinikmati remaja di negara lain, termasuk Indonesia. Sambil menunggu kebijakan serupa diperluas, kombinasi antara fitur yang sudah tersedia dan kesadaran diri tetap jadi kunci menjaga kebiasaan digital yang lebih sehat.

Kalau kamu merasa butuh teman bicara soal apa pun yang kamu alami, kamu nggak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.

Referensi


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri