Penyuluhan Program Bangga Kencana Angkat Tema Kesehatan Mental Remaja di Tingkat Daerah

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng menggelar Penyuluhan Program Bangga Kencana dengan mengangkat tema kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Seririt, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat secara mental sejak usia sekolah menengah.

Peluk Diri melihat penyuluhan berbasis komunitas seperti ini sebagai langkah yang penting, karena edukasi kesehatan mental yang datang langsung ke sekolah dan disampaikan oleh sosok yang dekat dengan remaja cenderung lebih mudah diterima dibanding sekadar imbauan umum dari orang dewasa yang terasa berjarak.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan kesadaran remaja dalam mewujudkan keluarga yang berencana, berkualitas, dan sejahtera, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting sejak hulu, sesuai penjelasan resmi dari DPMDPPKB Kabupaten Buleleng (2026).

Daftar Isi

Apa Konteks Penyelenggaraan Penyuluhan Ini di Tingkat Kabupaten Buleleng?

Konteks penyelenggaraan penyuluhan ini adalah program Bangga Kencana, program strategis pemerintah untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengendalian penduduk, keluarga berencana, ketahanan keluarga, dan percepatan penurunan stunting sejak masa remaja.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa-siswi, 3 tenaga pendukung sekolah, 4 Duta GenRe, 1 Kader Institusi Masyarakat Pedesaan, serta 3 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah setempat. Materi disampaikan langsung oleh Duta GenRe Kabupaten Buleleng, sosok muda yang lebih dekat secara usia dengan para siswa, sehingga penyampaian materi terasa lebih relevan dan mudah dipahami.

Apa Saja Materi Kesehatan Mental yang Disampaikan dalam Penyuluhan Ini?

Materi kesehatan mental yang disampaikan mencakup pengelolaan emosi, cara menghadapi tekanan akademik, dan pentingnya membangun rasa percaya diri sebagai pondasi remaja yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan hidup.

  • Cara mengelola emosi sebagai bagian penting dari kesehatan mental sehari-hari.
  • Cara menghadapi tekanan akademik tanpa mengorbankan kesejahteraan psikologis.
  • Cara membangun rasa percaya diri sebagai modal menghadapi berbagai tantangan.
  • Cara menghindari dampak negatif teknologi dan media sosial, termasuk cyberbullying.

Materi ini disampaikan dengan mengajak para siswa memahami bahwa kesehatan mental menjadi pondasi dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Remaja turut didorong untuk berani mencari bantuan dan memanfaatkan ruang aman untuk bercerita, baik lewat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) maupun konselor sebaya di lingkungan sekolah.

Apa Peran Program Keluarga Berencana Daerah dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja?

Program keluarga berencana daerah berperan menghubungkan kesehatan mental remaja dengan kesiapan membangun keluarga di masa depan, termasuk membantu mencegah dampak buruk dari pernikahan usia dini yang masih menjadi tantangan nyata di berbagai daerah di Indonesia.

Peserta diberi pemahaman bahwa kesehatan mental yang baik berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan reproduksi dan status gizi. Gangguan psikologis seperti stres berkepanjangan maupun kecemasan dapat memengaruhi pola makan, kualitas hidup, serta meningkatkan berbagai risiko yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental secara keseluruhan.

Kesiapan mental turut menjadi faktor penting mencegah pernikahan usia dini, yang berpotensi menimbulkan depresi, kekerasan dalam rumah tangga, pola pengasuhan yang kurang tepat, hingga meningkatnya risiko stunting pada anak.

Apa Manfaat Penyuluhan Berbasis Komunitas untuk Edukasi Kesehatan Mental Remaja?

Penyuluhan berbasis komunitas bermanfaat karena melibatkan sosok yang dekat dengan remaja, seperti Duta GenRe dan Kader IMP, sebagai agen edukasi dan perubahan perilaku di tengah masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih relevan dengan keseharian remaja.

Sesi diskusi interaktif dalam kegiatan ini memberi kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang sering dihadapi dalam kehidupan remaja sehari-hari, sekaligus memperkenalkan edukasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja, yaitu pencegahan seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan NAPZA, agar remaja mampu mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab bagi masa depannya.

Kesimpulan

Penyuluhan Program Bangga Kencana bertema kesehatan mental remaja di Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas, yang melibatkan sosok muda seperti Duta GenRe, bisa menjadi cara efektif menjangkau remaja secara langsung. Dengan memahami cara mengelola emosi, menghadapi tekanan akademik, dan membangun rasa percaya diri, remaja diharapkan lebih siap menjaga kesehatan mentalnya sekaligus merencanakan masa depan yang lebih matang dan bertanggung jawab.

Kalau kamu butuh ruang aman untuk bercerita soal apa yang kamu rasakan sehari-hari, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.

Referensi


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri