Psikolog Sebut Remaja Kini Rentan Degradasi Moral, Media Sosial Jadi Pemicu Utama
Maraknya kasus remaja menganiaya guru hingga terlibat tawuran dinilai psikolog bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan sinyal terjadinya degradasi moral yang dipicu derasnya paparan media sosial.
Peluk Diri melihat fenomena ini sebagai pengingat bahwa perilaku remaja yang tampak agresif atau melawan aturan seringkali berakar dari kebingungan identitas dan minimnya filter terhadap informasi yang mereka konsumsi setiap hari, bukan semata soal ‘nakal’.
Psikolog Klinis Siloam Hospital Balikpapan, Patria Rahmawaty, mengatakan remaja saat ini tumbuh di era digital yang membuat akses informasi berlangsung sangat cepat. “Media sosial sebenarnya bisa memberikan edukasi kalau dimanfaatkan dengan baik. Tapi kenyataannya sekarang banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan akhirnya dicerna begitu saja tanpa difilter oleh remaja,” ujar perempuan yang akrab disapa Rahma itu (Kaltim Post, 2026).
Daftar Isi
- Kenapa Krisis Identitas Membuat Remaja Rentan Terpengaruh? >
- Apa Bentuk Degradasi Moral yang Dimaksud dan Kenapa Bisa Terjadi? >
- Apa Rekomendasi Psikolog untuk Orang Tua dan Sekolah? >
- Kesimpulan >
Kenapa Krisis Identitas Membuat Remaja Rentan Terpengaruh?
Rahma menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri, ditandai rasa ingin tahu tinggi, kebutuhan validasi dari lingkungan, sekaligus kematangan emosi yang belum sepenuhnya terbentuk. “Remaja sedang mengalami krisis identitas. Mereka butuh validasi terhadap eksistensi dirinya, sementara kematangan emosinya juga masih dalam proses. Akhirnya mereka lebih mudah mengikuti emosi sesaat dibanding berpikir panjang,” jelasnya.
Selain faktor internal, lingkungan sekitar juga berperan besar membentuk perilaku remaja, mulai dari pengaruh teman sebaya, keluarga yang tidak harmonis, hingga paparan konten di media sosial. Kombinasi faktor ini membuat remaja lebih rentan melampiaskan emosi secara agresif ketika menghadapi konflik, misalnya merasa terancam harga dirinya saat ditegur oleh guru.
Apa Bentuk Degradasi Moral yang Dimaksud dan Kenapa Bisa Terjadi?
Berikut beberapa bentuk degradasi moral yang menurut Rahma kini semakin terlihat pada remaja.
“Yang dipikirkan bukan lagi benar atau salah, tapi bagaimana mendapatkan banyak like, dibagikan orang lain, atau menjadi viral. Itu yang berbahaya,” tegas Rahma.
Apa Rekomendasi Psikolog untuk Orang Tua dan Sekolah?
Rahma mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tapi juga masyarakat luas. “Kalau moral tidak dibangun sejak dini, nanti relasi keluarga rusak, perilaku kasar ditiru, prestasi akademik menurun, angka kriminalitas meningkat, bahkan berisiko memicu penyalahgunaan zat. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” pungkasnya.
Membangun moral remaja sejak dini berarti memberi ruang bagi mereka untuk memahami emosinya, mendapat validasi yang sehat dari lingkungan terdekat, dan belajar memilah informasi yang mereka temui di media sosial, bukan sekadar mengonsumsinya tanpa filter.
Kesimpulan
Fenomena remaja yang tampak berani melawan aturan atau bertindak agresif bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan sinyal krisis identitas yang diperparah oleh paparan media sosial tanpa filter. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar penting untuk membantu remaja memahami emosinya dan memilah informasi yang mereka konsumsi, supaya krisis identitas ini tidak berkembang menjadi degradasi moral yang lebih luas.
Kalau kamu merasa bingung dengan jati diri, sering terpengaruh lingkungan, atau ingin bercerita soal apa yang kamu rasakan, kamu nggak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.
Referensi
- Kaltim Post. (2026, 1 Agustus). Psikolog sebut remaja kini rentan degradasi moral, media sosial jadi pemicu utama. https://kaltimpost.jawapos.com/amp/kaltim/2608010023/psikolog-sebut-remaja-kini-rentan-degradasi-moral-media-sosial-jadi-pemicu-utama
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun
