Apa Itu Attachment Style dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental Remaja?
Attachment style adalah pola seseorang dalam membangun kedekatan emosional, rasa percaya, dan hubungan dengan orang lain. Saat memasuki masa remaja, attachment style dapat memengaruhi cara kamu berteman, menyelesaikan konflik, mengelola emosi, bahkan menjaga kesehatan mental remaja. Attachment style berpengaruh erat dengan parenting style yang diterapkan oleh orang tua di rumahnya.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, setiap remaja memiliki cara yang berbeda dalam membangun hubungan karena pengalaman hidupnya juga berbeda. Memahami pola hubungan diri sendiri dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kebutuhan emosional sekaligus membangun relasi yang lebih sehat.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari tentang attachment style dan cara membangun hubungan yang sehat.
Daftar Isi
- Apa Saja Jenis Attachment Style yang Perlu Diketahui Remaja? >
- Bagaimana Attachment Style Memengaruhi Kehidupan dan Kesehatan Mental Remaja? >
- Bisakah Attachment Style Berubah? >
- Bagaimana Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat? >
- FAQ Attachment Style Remaja >
- Kesimpulan >
Apa Saja Jenis Attachment Style yang Perlu Diketahui Remaja?
Setiap orang memiliki cara yang berbeda saat menjalin hubungan. Ada yang mudah percaya, ada yang sering khawatir ditinggalkan, dan ada pula yang lebih nyaman menjaga jarak.
- Secure attachment
Merasa nyaman membangun hubungan, mudah mempercayai orang lain, dan mampu menyampaikan perasaannya secara terbuka. - Anxious attachment
Sering merasa takut diabaikan, mudah overthinking ketika teman membalas chat lebih lama, atau membutuhkan banyak kepastian dalam hubungan. - Avoidant attachment
Pola ini cenderung menjaga jarak secara emosional. Sering merasa lebih nyaman menyelesaikan masalah sendiri dan kesulitan membuka diri kepada orang lain. - Disorganized attachment
Pola ini membuat seseorang ingin memiliki hubungan yang dekat, tetapi di saat yang sama merasa takut atau bingung ketika hubungan tersebut semakin akrab.
APA PsycNet (2026) menegaskan bahwa anak dan remaja yang berkesempatan mengembangkan secure attachment dengan orang-orang di sekitar mereka termasuk dukungan orang tua memiliki kesehatan mental dan kesejahteraan yang lebih baik.
Bagaimana Attachment Style Memengaruhi Kehidupan dan Kesehatan Mental Remaja?
Cara kamu membangun hubungan berpengaruh terhadap bagaimana kamu menghadapi masalah, mengelola stres, dan menjaga keseimbangan emosi.
| Attachment Style | Pengaruh terhadap Remaja |
|---|---|
| Secure | Lebih mudah membangun hubungan yang saling percaya dan merasa aman. |
| Anxious | Lebih sering merasa cemas, overthinking, atau takut kehilangan teman. |
| Avoidant | Sulit membuka diri dan cenderung memendam perasaan sendirian. |
| Disorganized | Hubungan sosial terasa membingungkan dan emosi lebih sulit dikelola. |
Attachment style juga dapat memengaruhi hubunganmu dengan orang tua, guru, teman, hingga pasangan di masa depan. Misalnya, anxious attachment sering membuat seseorang terlalu khawatir terhadap perubahan kecil dalam hubungan. Sementara itu, avoidant attachment dapat membuat seseorang memilih menjauh ketika menghadapi konflik.
Baca juga: Anak Tunggal vs Bersaudara: Apa Bedanya dari Sisi Psikologis?
Bisakah Attachment Style Berubah?
Kabar baiknya, pengalaman baru dan hubungan yang sehat dapat membantu seseorang mengembangkan pola hubungan remaja yang lebih aman.
Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan antara lain:
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Hubungan yang sehat dibangun melalui proses belajar. Kamu tidak harus menjadi sempurna untuk mulai memperbaiki cara berhubungan dengan orang lain.”
Menurut APA tentang perkembangan remaja, meskipun pola hubungan terbentuk sejak masa awal kehidupan, remaja masih memiliki kapasitas besar untuk berkembang dan mengubah cara mereka membangun hubungan melalui pengalaman positif yang konsisten.
Bagaimana Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat?
Membangun hubungan yang sehat dimulai dari hubunganmu dengan diri sendiri. Saat kamu memahami emosi dan kebutuhanmu, kamu akan lebih mudah menjalin relasi yang positif dengan orang lain.
Beberapa kebiasaan yang dapat kamu mulai adalah:
- Belajar percaya kepada orang lain secara bertahap. Tidak semua hubungan harus berjalan cepat. Berikan waktu untuk membangun kepercayaan.
- Berani mengungkapkan perasaan dengan jujur. Komunikasi yang terbuka membantu mengurangi kesalahpahaman.
- Menghargai batasan diri dan orang lain. Setiap orang memiliki kebutuhan ruang pribadi yang berbeda.
- Tidak bergantung sepenuhnya pada validasi orang lain. Apresiasi dari teman memang menyenangkan, tetapi nilai dirimu tidak ditentukan oleh pendapat mereka.
- Memilih lingkungan pertemanan yang positif. Teman yang suportif dapat membantu menjaga kesehatan mental remaja dan membuatmu merasa lebih aman. Kamu bisa menemukan komunitas yang suportif di Peluk Diri.
FAQ Attachment Style Remaja
Kesimpulan
Attachment style membantu menjelaskan bagaimana kamu membangun hubungan, merespons kedekatan emosional, dan menghadapi tantangan dalam kehidupan sosial. Mengenali pola hubungan remaja yang kamu miliki bukan bertujuan memberi label pada diri sendiri, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang sehat remaja sekaligus menjaga kesehatan mental remaja.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering merasa takut ditinggalkan atau sulit mempercayai orang lain, kamu bisa bercerita melalui aplikasi Peluk Diri. Di sana, kamu bisa bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi dan menemanimu belajar membangun hubungan yang lebih sehat.
Kunjungi juga laman resmi Layanan Konseling Online dan homepage resmi pelukdiri.com. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.