Apa yang Terjadi Saat Remaja Mengalami Heartbreak Pertama, dan Bagaimana Cara Melewatinya?
Saat kamu mengalami heartbreak pertama, kamu bisa merasakan campuran emosi seperti sedih, marah, dan bingung sekaligus, karena ini adalah pengalaman kehilangan hubungan penting yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin merasa dunia terasa runtuh setelah putus cinta pertama, padahal orang di sekitarmu menganggapnya sebagai hal yang wajar terjadi di usia remaja. Perasaanmu tetap valid, karena ini pengalaman baru yang belum pernah kamu lalui. Ia menekankan bahwa memberi ruang untuk berduka adalah langkah pertama yang penting sebelum benar-benar bisa melangkah maju.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari kenapa heartbreak pertama terasa begitu berat, serta cara melewatinya dengan sehat.
Daftar Isi
- Kenapa Putus Cinta Pertama Terasa Begitu Berat bagi Remaja? >
- Apa Saja Tanda Kamu Masih Berjuang Melewati Kesedihan Ini? >
- Bagaimana Cara Memberi Ruang bagi Dirimu untuk Berduka dengan Sehat? >
- Bagaimana Cara Menghadapi Media Sosial Setelah Putus Cinta? >
- Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Baru Mengalami Putus Cinta Pertamanya? >
- Kapan Kesedihan Setelah Putus Cinta Perlu Ditangani oleh Konselor? >
- FAQ Heartbreak Pertama pada Remaja >
- Kesimpulan >
Kenapa Putus Cinta Pertama Terasa Begitu Berat bagi Remaja?
Putus cinta pertama terasa begitu berat bagi remaja karena kamu belum memiliki pengalaman sebelumnya untuk membandingkan, sehingga rasa sakit ini terasa seperti tidak akan pernah berakhir.
Remaja belum memiliki pengalaman sebelumnya yang membantu menyadari bahwa rasa sakit ini akan mereda seiring waktu, sehingga dukungan dari orang sekitar sangat penting.
Apa Saja Tanda Kamu Masih Berjuang Melewati Kesedihan Ini?
Tanda kamu masih berjuang melewati kesedihan ini antara lain terus memeriksa media sosial mantan, sulit fokus pada aktivitas sehari-hari, dan sering mengingat kembali momen bersama mantanmu.
Kalau tanda ini terasa familiar, itu bukan berarti kamu lemah, melainkan proses berduka yang wajar dan butuh waktu untuk dilalui.
Bagaimana Cara Memberi Ruang bagi Dirimu untuk Berduka dengan Sehat?
Kamu bisa memberi ruang bagi dirimu untuk berduka dengan mengizinkan diri merasakan kesedihan, menuliskan perasaanmu, dan tetap menjaga rutinitas harian meski terasa berat.
Menurut Children’s Wisconsin, menuliskan pikiran dan perasaan di jurnal bisa membantu kamu memahami emosi yang campur aduk setelah putus cinta, sekaligus wajar untuk menangis atau mengenang momen baik bersama mantanmu.
Setelah beberapa hari berduka, cobalah perlahan kembali pada aktivitas dan interaksi sosial yang biasa kamu jalani.
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Kamu boleh sedih selama yang kamu butuhkan. Yang penting, jangan biarkan kesedihan ini menutup dirimu dari dunia sepenuhnya.“
Bagaimana Cara Menghadapi Media Sosial Setelah Putus Cinta?
Kamu bisa menghadapi media sosial setelah putus cinta dengan membatasi interaksi dengan akun mantanmu dan menghindari unggahan yang bisa memicu kesedihan berulang.
- Bisukan atau batasi unggahan dari mantanmu tanpa harus langsung memblokirnya.
- Hindari mengunggah sesuatu yang bisa kamu sesali nantinya saat emosimu masih tidak stabil.
Membatasi paparan media sosial membantu kamu fokus pulih tanpa terus diingatkan pada hubungan yang sudah berakhir.
Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Baru Mengalami Putus Cinta Pertamanya?
Kamu bisa mendukung teman yang baru putus cinta dengan mendengarkan tanpa menghakimi dan menghindari kalimat yang meremehkan perasaannya.
- Dengarkan ceritanya tanpa buru-buru menyimpulkan bahwa hubungan itu memang tidak akan bertahan.
- Hindari kalimat seperti “hubungan remaja memang tidak pernah bertahan lama”, karena itu meremehkan perasaannya.
Kehadiranmu yang sabar dan tidak menghakimi bisa sangat berarti bagi proses pemulihan temanmu.
Kapan Kesedihan Setelah Putus Cinta Perlu Ditangani oleh Konselor?
Kesedihan setelah putus cinta perlu ditangani oleh konselor ketika perasaan ini berlangsung sangat lama dan mulai mengganggu keseharianmu secara signifikan.
Kesedihan berlangsung berbulan-bulan tanpa tanda membaik, atau kamu sampai menarik diri sepenuhnya dari sekolah dan lingkungan sosial. Kalau tandanya sudah seperti ini, bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor.
FAQ Heartbreak Pertama pada Remaja
Kesimpulan
Heartbreak pertama adalah pengalaman berat yang valid dirasakan, meski terasa asing karena belum pernah kamu alami sebelumnya. Dengan memberi ruang untuk berduka, menjaga rutinitas harian, dan membatasi paparan media sosial yang memicu kesedihan, kamu bisa perlahan melewati masa sulit ini dan tumbuh menjadi lebih memahami dirimu sendiri.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sedang berjuang melewati putus cinta pertamamu, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah. Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya.
Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.