Bagaimana Jesslyn Menemukan Cara untuk Terus Hidup Setelah Titik Paling Gelap?
Menemukan cara untuk terus hidup setelah titik paling gelap dimulai dari keberanian mengakui ada yang salah dengan diri sendiri, mencari bantuan profesional, dan bersandar pada dukungan orang terdekat saat semuanya terasa runtuh.
Jesselyn, yang kini hidup lebih stabil sambil tetap rutin berobat untuk depresi, membagikan kisahnya sebagai bagian dari kampanye #BeraniHadir. Sejak April 2017, Jesslyn didiagnosis depresi berat atau major depressive disorder, perjalanan yang hingga kini masih ia jalani.
Dari kisah ini, kamu akan mempelajari bagaimana Jesslyn melihat dirinya sekarang, apa yang membuatnya sadar perlu bantuan, masa paling berat baginya, siapa yang paling hadir mendukungnya, pelajaran yang ia bawa, hingga pesan penutup untuk kamu yang mungkin sedang di titik serupa.
Daftar Isi
- Bagaimana Jesslyn Melihat Dirinya Sekarang? >
- Apa yang Membuat Jesslyn Akhirnya Menyadari Ada yang Salah dengan Dirinya? >
- Titik Mana yang Menjadi Masa Paling Berat bagi Jesselyn? >
- Apa yang Membantu Jesslyn Perlahan Pulih? >
- Siapa yang Paling Hadir Mendukung Jesslyn Saat Itu? >
- Pelajaran Apa yang Jesslyn Bawa Tentang Dirinya Sendiri? >
- Apa Motivasi Sederhana yang Membantu Jesslyn Tetap Menjalani Hidup? >
- Pesan Jesslyn untuk Kamu yang Sedang di Titik Serupa >
Bagaimana Jesslyn Melihat Dirinya Sekarang?
Jesslyn menggambarkan kondisinya saat ini baik-baik saja, hasil dari konsistensi menjalani pengobatan.
โSaat ini hidup saya baik-baik saja karena saya memang selalu intensif berobat ke dokter, ke psikiater, dan juga ke psikolog,โ ujar Jesselyn.
Kestabilan itu bukan datang begitu saja, melainkan hasil dari proses pengobatan yang terus ia jaga.
Apa yang Membuat Jesslyn Akhirnya Menyadari Ada yang Salah dengan Dirinya?
Jesslyn bercerita bahwa pada 2017 ia sudah cukup aware soal kesehatan jiwa, sehingga saat pikiran menyakiti diri sendiri muncul, ia langsung paham itu tanda harus mencari bantuan.
โSaya sudah sangat-sangat aware tentang topik kesehatan jiwa, jadi begitu saya mulai berpikir untuk mau bunuh diri, saya langsung paham bahwa oh ini saya harus ke dokter,โ jelasnya.
Kesadaran itu berasal dari banyak sumber sekaligus, mulai dari masalah keluarga, masalah pribadi, hingga masa kecil yang tidak mudah, tanpa satu penyebab tunggal.
Titik Mana yang Menjadi Masa Paling Berat bagi Jesselyn?
Meski diagnosis datang pada 2017, Jesslyn menyebut 2020 sebagai titik paling berat, saat ia merasa frustrasi dan tidak melihat jalan keluar.
โSaya benar-benar frustrasi, saya merasa bahwa tidak ada jalan keluar lagi. Waktu itu saya memang ingin mengakhiri segalanya,โ kenangnya.
Di masa itu, Jesslyn sempat mencoba mengakhiri hidupnya namun tidak berhasil. Berbulan-bulan setelahnya, ia kehilangan motivasi untuk hidup.
โDi saat-saat terberat saya itu, saya tidak punya motivasi hidup sama sekali,โ ujarnya. Pengobatan, menurutnya, menjadi satu-satunya hal yang membuatnya bisa perlahan bangkit kembali.
Apa yang Membantu Jesslyn Perlahan Pulih?
Selain pengobatan, Jesslyn menyebut dukungan teman, keluarga, dan kerabat terdekat sebagai bagian penting pemulihannya. Mereka konsisten mendistraksinya agar tidak kembali memikirkan hal yang bisa menyakiti dirinya.
โDukungan dari teman-teman, keluarga, dan kerabat terdekat yang selalu mencoba mendistraksi saya supaya saya tidak berusaha melakukan hal-hal yang bisa menyakiti diri saya lagi,โ katanya. Kombinasi pengobatan rutin dan kehadiran orang terdekat inilah yang membuat pemulihannya terasa lebih mungkin dijalani, meski berjalan pelan-pelan.
Siapa yang Paling Hadir Mendukung Jesslyn Saat Itu?
Jesslyn menyebut saudaranya, S., sebagai sosok paling hadir mendampinginya. S. rela menginap di rumahnya berbulan-bulan hingga kondisinya cukup stabil untuk beraktivitas kembali.
โDia temani saya ke mana-mana, dia tidur bersama saya, menjaga saya supaya saya tidak kenapa-napa,โ kenang Jesslyn.
Di tengah pandemi dan lockdown, S. terus mendorong Jesslyn tetap bergerak, meski obatnya kerap membuatnya mengantuk.
Pelajaran Apa yang Jesslyn Bawa Tentang Dirinya Sendiri?
Salah satu pelajaran terbesar yang Jesslyn bawa adalah menyadari betapa kerasnya ia bersikap pada diri sendiri.
โYang paling saya pelajari tentang diri sendiri adalah betapa saya itu terlalu keras, terlalu kejam kepada diri sendiri,โ ungkapnya.
Dulu, Jesslyn selalu merasa menjadi beban bagi orang lain sehingga berusaha menghadapi semuanya sendirian. Kini ia belajar bahwa manusia pada dasarnya saling bergantung, dan lebih bisa menerima bantuan serta mencintai dirinya sendiri.
Apa Motivasi Sederhana yang Membantu Jesslyn Tetap Menjalani Hidup?
Jesslyn berpesan bahwa menjalani hidup tidak selalu butuh alasan besar. Dulu motivasinya hanya ingin hidup supaya tidak mati, dan itu berhasil membawanya melewati masa tersulit.
โTernyata hidup tiba-tiba baik-baik saja, ternyata hidup kok menyenangkan,โ ujarnya. Ia menyarankan siapa pun di titik serupa mengumpulkan kebahagiaan kecil, seperti aroma kopi pagi, kicau burung, atau tekstur bulu hewan peliharaan, sebagai alasan sederhana bertahan satu hari lagi. Menurutnya, hal-hal kecil itu tidak perlu terdengar heroik, cukup membuat seseorang merasa hidupnya masih layak dijalani satu hari lagi.
Pesan Jesslyn untuk Kamu yang Sedang di Titik Serupa
Jesslyn menutup kisahnya dengan pesan sederhana: hal-hal kecil bisa menjadi motivasi cukup untuk terus melangkah, selama kamu memberi diri kesempatan mencobanya, sama seperti pengobatannya sendiri yang masih terus ia jalani hingga hari ini.
โSekecil apapun itu, asalkan bisa membuat kamu merasa hidup berharga untuk satu hari lagi, teruskan melakukannya. Kamu pasti bisa,โ tutupnya, sembari mengingatkan pentingnya tetap terhubung dengan psikiater dan psikolog.
Kalau kamu atau orang yang kamu kenal sedang darurat, segera hubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau hubungi Indonesia Sehat Jiwa melalui form https://s.id/formkonselinghotline atau nomor emergency response di WA 08113788898 untuk mendampingi situasi krisis kapan pun dibutuhkan. Kamu juga bisa akses JakCare melalui aplikasi Jaki atau hubungi hotline 24 jam 0800-1500-119 untuk bantuan lainnya.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sedang melewati masa sulit dan butuh ruang bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan konselor sebaya, atau akses layanan konselingnya untuk pendampingan lebih terarah.
Referensi
- Jesslyn. (2026, 1 September). Wawancara pribadi untuk kampanye #BeraniHadir [transkrip wawancara]. Peluk Diri.
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.