Bagaimana Journaling Membantu Menjaga Kesehatan Mental Remaja?

Journaling adalah kebiasaan menuliskan pikiran, perasaan, atau pengalaman sehari-hari untuk membantu memahami diri sendiri dan mengelola emosi. Kalau akhir-akhir ini kepalamu terasa penuh dengan berbagai pikiran, journaling untuk kesehatan mental bisa menjadi langkah sederhana yang layak dicoba.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, menulis jurnal dapat menjadi momen untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan mendengarkan suara hati sendiri. Ketika remaja terbiasa mengenali emosinya, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari dengan cara yang sehat.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari manfaat journaling, cara memulainya, serta kapan kamu perlu mencari dukungan selain journaling.

Daftar Isi

Mengapa Journaling Baik untuk Kesehatan Mental Remaja?

Saat kamu menuliskan apa yang sedang dipikirkan, otak menjadi lebih mudah mengurai emosi yang sebelumnya terasa campur aduk.

Beberapa manfaat journaling yang bisa kamu rasakan antara lain:

  • Membantu mengenali emosi dengan lebih jelas. Kamu jadi lebih mudah memahami apakah yang sedang dirasakan.
  • Mengurangi overthinking dan stres. Menuliskan isi pikiran membantu mengurangi beban mental karena semuanya tertuang ke dalam tulisan.
  • Meningkatkan self-awareness atau kesadaran diri. Kamu dapat mengenali kebiasaan, pemicu stres, dan hal-hal yang membuatmu merasa lebih baik.
  • Melihat perkembangan diri dari waktu ke waktu. Kamu jadi bisa menyadari bahwa ternyata dirimu sudah berkembang.
  • Membuat rencana apapun, menumpahkan emosi, kegundahan, masalah, berpikir solusi untuk bangkit semisal mengalami kegagalan.
  • Menjadi ruang yang aman untuk berekspresi. Kamu bebas menulis tanpa takut dihakimi siapa pun.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Tidak semua emosi harus langsung memiliki solusi. Kadang, emosi hanya membutuhkan ruang untuk dikenali terlebih dahulu.“

Menurut American Psychological Association (APA) tentang expressive writing, mengekspresikan pikiran dan emosi melalui tulisan dapat membantu seseorang mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Bagaimana Cara Memulai Journaling agar Konsisten?

Banyak remaja berhenti melakukan journaling karena merasa harus menulis panjang atau membuat tulisan yang sempurna. Padahal, kamu cukup memulai dari hal-hal sederhana.

LangkahContoh Praktik
Tentukan waktuLuangkan 5โ€“10 menit sebelum tidur atau setelah pulang sekolah.
Tulis dengan jujurTidak perlu memikirkan tata bahasa atau tulisan yang rapi.
Mulai dari hal sederhanaCeritakan kejadian hari ini atau perasaan yang sedang kamu alami.
Gunakan pertanyaan pemantik“Apa yang paling membuatku bersyukur hari ini?” atau “Apa yang sedang mengganggu pikiranku?”
Jadikan kebiasaanMenulis sedikit secara konsisten lebih bermanfaat daripada menulis panjang sesekali.

Kalau kamu bingung harus menulis apa, coba mulai dengan tiga pertanyaan sederhana:

  1. Apa yang sedang aku rasakan hari ini?
  2. Apa yang membuatku senang atau kecewa?
  3. Apa satu hal yang ingin aku lakukan lebih baik besok?

Tidak ada aturan yang mengharuskan jurnalmu terlihat indah. Kamu boleh menulis dalam bentuk cerita, daftar, gambar kecil, bahkan satu kalimat saja.

Kesalahan Apa yang Sering Dilakukan Saat Journaling?

Supaya manfaat journaling untuk kesehatan mental terasa lebih maksimal, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari.

  • Berusaha membuat tulisan yang sempurna.
  • Memaksa diri menulis setiap hari.
  • Hanya menulis hal-hal negatif.
  • Membandingkan jurnalmu dengan milik orang lain.
  • Berhenti karena merasa belum merasakan manfaat.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Journaling bukan tentang menghasilkan tulisan yang bagus, melainkan tentang memberi kesempatan kepada dirimu untuk didengarkan oleh dirimu sendiri.“

Kapan Journaling Saja Tidak Cukup?

Pertimbangkan untuk berbicara dengan orang dewasa yang kamu percaya atau tenaga profesional apabila:

  • Emosi negatif terasa sangat kuat dan berlangsung selama berminggu-minggu.
  • Kesulitan menjalani aktivitas sekolah, belajar, atau bersosialisasi.
  • Rasa sedih, cemas, atau putus asa semakin mengganggu keseharian.
  • Merasa membutuhkan tempat bercerita yang lebih mendalam dan mendapatkan pendampingan.

Informasi mengenai manfaat expressive writing dan kesehatan mental juga dijelaskan oleh jurnal Taylor & Francis Online, yang menekankan pentingnya mencari bantuan ketika tekanan emosional mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

FAQ Journaling Remaja

  • Apakah journaling harus ditulis di buku?
    Tidak. Kamu bisa menulis di buku, aplikasi catatan, atau media digital lain yang membuatmu nyaman.
  • Bagaimana jika aku tidak tahu harus menulis apa?
    Mulailah dengan menjawab pertanyaan sederhana seperti, “Apa yang sedang aku rasakan hari ini?” atau “Hal apa yang paling berkesan hari ini?”
  • Berapa lama waktu yang ideal untuk journaling setiap hari?
    Sekitar 5โ€“10 menit sudah cukup. Yang paling penting adalah konsistensi, bukan lamanya waktu menulis.

Kesimpulan

Journaling merupakan kebiasaan sederhana yang membantu kamu mengenali emosi, mengurangi overthinking, dan meningkatkan self-awareness remaja. Kamu tidak perlu menjadi penulis hebat untuk memulai. Cukup luangkan beberapa menit setiap hari untuk mendengarkan isi pikiranmu sendiri. Kebiasaan kecil ini dapat menjadi salah satu langkah positif dalam menjaga kesehatan mental remaja.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau setelah mencoba journaling kamu masih merasa bingung dengan emosi yang sedang dialami atau membutuhkan teman untuk berbagi cerita, kami di Peluk Diri siap menemanimu. Melalui aplikasi Peluk Diri, kamu bisa bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi, sehingga kamu tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

Kunjungi juga layanan konseling online dari Peluk Diri. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri