Apa Itu Parentifikasi dan Bagaimana Dampaknya pada Remaja?

Parentifikasi adalah kondisi ketika remaja mengambil alih peran orang tua di rumah, misalnya mengurus adik atau menopang emosi orang tua, jauh sebelum usianya siap untuk tanggung jawab tersebut.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, remaja yang mengalami parentifikasi sering tidak menyadari bahwa beban yang mereka pikul sebenarnya melebihi kapasitas usianya. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya muncul secara bertahap, misalnya karena orang tua sibuk bekerja, bercerai, atau mengalami masalah kesehatan mental sendiri. Ia menekankan pentingnya remaja tetap mendapat ruang untuk menjadi diri sendiri, bukan hanya menjadi penopang keluarga sepanjang waktu. Ia juga mengingatkan bahwa mengenali kondisi ini sejak dini dapat membantu remaja mencari keseimbangan antara tanggung jawab dan kebutuhan pribadinya.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari ciri, dampak, dan cara menghadapi parentifikasi.

Daftar Isi

Apa Ciri Parentifikasi pada Remaja?

Ciri parentifikasi terlihat dari tanggung jawab yang jauh melebihi usia remaja pada umumnya, terutama jika terjadi terus-menerus tanpa ada yang membantu meringankannya.

  • Mengurus kebutuhan adik seperti orang tua kedua.
  • Menjadi tempat curhat utama bagi orang tua.
  • Mengatur keuangan atau urusan rumah tangga.
  • Menahan kebutuhan pribadi demi kebutuhan keluarga.
  • Merasa harus selalu tampil kuat meski sedang lelah secara emosional.
  • Kesulitan meminta bantuan karena terbiasa menjadi pihak yang selalu membantu orang lain.

Ketika kamu terbiasa dianggap dewasa sejak kecil karena harus menjaga adik, membantu pekerjaan rumah tangga, atau mendengarkan keluh kesah orang tua setiap hari tanpa ada yang benar-benar bertanya bagaimana perasaanmu, perasaan itu bisa menjadi berat, meskipun awalnya kamu menganggap itu hal yang menyenangkan dan membanggakan. Parentifikasi sebenarnya cukup berat untuk usia remaja.

Banyak dari kamu bahkan tidak sadar bahwa apa yang kamu jalani sudah melebihi tanggung jawab yang seharusnya mereka tanggung di usia tersebut.

Bagaimana Parentifikasi Memengaruhi Kesehatan Mental?

Parentifikasi dapat memengaruhi kesehatan mental karena remaja menanggung beban emosional yang berat dalam waktu lama, bahkan sejak usia yang masih sangat muda.

Penelitian yang dipublikasikan di Family Process (Van Loon dkk., 2017) menemukan bahwa parentifikasi berkaitan dengan masalah internal seperti kecemasan dan masalah eksternal seperti perilaku impulsif pada remaja.

Rasa lelah emosional ini sering tidak terlihat karena remaja yang mengalaminya justru terlihat mandiri dan bertanggung jawab dari luar. Padahal di dalam, mereka bisa merasa kelelahan, kesepian, atau kehilangan waktu untuk menjadi remaja seutuhnya seperti teman-teman sebayanya.

Bagaimana Cara Menghadapi Peran yang Terlalu Berat di Rumah?

Cara menghadapi peran yang terlalu berat dimulai dari mengenali batas kemampuanmu sendiri.

  • Sadari bahwa kamu juga berhak punya waktu untuk diri sendiri.
  • Sampaikan kepada orang tua jika beban terasa terlalu berat.
  • Bagi tanggung jawab dengan anggota keluarga lain jika memungkinkan.
  • Cari dukungan dari orang dewasa yang kamu percaya di luar rumah.
  • Luangkan waktu untuk melakukan hal yang kamu sukai tanpa merasa bersalah.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Bertanggung jawab itu baik, tapi kamu tetap berhak menjadi remaja seutuhnya, bukan pengganti peran orang tua di rumahmu sendiri.“

Kapan Sebaiknya Meminta Bantuan Profesional?

Kamu sebaiknya mencari bantuan profesional ketika beban di rumah mulai memengaruhi kondisi emosionalmu secara serius.

  1. Kamu merasa cemas, lelah, atau sedih berkepanjangan.
  2. Kamu kehilangan waktu untuk sekolah, teman, atau istirahat.
  3. Kamu merasa tidak ada yang memedulikan kebutuhanmu sendiri.
  4. Kamu mulai merasa marah atau kecewa terus-menerus tanpa tahu penyebab pastinya.

Tinjauan ilmiah dalam International Journal of Mental Health Promotion (2025) menyebutkan bahwa dukungan sosial dan hubungan yang suportif menjadi faktor penting yang membantu remaja parentifikasi tetap sehat secara mental.

FAQ Parentifikasi

  • Apakah membantu orang tua selalu berarti parentifikasi?
    Tidak. Membantu keluarga itu wajar dan baik, tapi menjadi masalah jika tanggung jawab tersebut sudah melebihi usia dan kemampuanmu.
  • Apakah aku bisa mengurangi peran ini tanpa merasa bersalah?
    Bisa. Menjaga dirimu sendiri bukan berarti kamu tidak peduli pada keluarga.
  • Apakah parentifikasi hanya terjadi pada anak sulung?
    Tidak selalu. Parentifikasi bisa dialami siapa saja dalam keluarga, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di rumah, termasuk anak bungsu maupun anak tengah.

Kesimpulan

Parentifikasi adalah peran berat yang tidak seharusnya dipikul remaja sendirian. Dengan mengenali batasmu, menyampaikan perasaan kepada orang tua, dan mencari dukungan yang tepat, kamu tetap bisa menjaga kesehatan mental sambil peduli pada keluarga. Kamu berhak menjalani masa remaja dengan seimbang, tanpa harus kehilangan dirimu sendiri di tengah tanggung jawab yang kamu jalani setiap hari.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu merasa lelah menjalani peran yang terlalu berat di rumah dan butuh teman untuk bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Melalui aplikasi konsultasi psikologi Peluk Diri, kamu bisa bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi dan menemanimu menemukan keseimbangan yang lebih sehat.

Dapatkan informasi lainnya di layanan konseling online remaja Peluk diri dan laman resmi pelukdiri.com. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri