Apa Itu Body Dysmorphia akibat Filter Media Sosial?

Body dysmorphia akibat filter media sosial adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak puas dengan wajah atau tubuh aslinya karena terlalu terbiasa melihat versi diri yang sudah diedit, sehingga standar kecantikan yang dikejar menjadi tidak realistis. Kamu mungkin pernah merasa kurang percaya diri saat melihat wajahmu tanpa filter, padahal sebelumnya kamu baik-baik saja dengan penampilanmu sendiri sehari-hari.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kebiasaan melihat versi diri yang sudah diedit setiap hari bisa perlahan mengubah cara kita menilai penampilan asli. Ia menekankan bahwa menyadari pengaruh filter ini penting agar remaja tidak kehilangan rasa percaya diri terhadap dirinya sendiri.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari penyebab, dampak, serta cara menyikapi body dysmorphia akibat filter media sosial.

Daftar Isi

Kenapa Filter Media Sosial Bisa Memengaruhi Cara Kita Melihat Diri Sendiri?

Filter media sosial bisa memengaruhi cara kita melihat diri sendiri karena penggunaannya yang sangat sering membuat wajah hasil edit terasa lebih normal dibanding wajah asli.

Dilansir dari Forbes, hanya sepuluh menit mengambil, mengedit, dan mengunggah swafoto ke media sosial sudah berkaitan dengan meningkatnya kecemasan dan menurunnya rasa percaya diri, menurut riset psikolog Phillippa Diedrichs.

Semakin sering seseorang melihat wajah hasil edit, semakin besar pula jarak yang dirasakan antara harapan dan kenyataan penampilan aslinya.

Sumber yang sama juga mencatat bahwa lebih dari separuh remaja perempuan menggunakan filter setiap hari, dan sebagian besar sudah mengubah tampilan wajahnya lewat aplikasi sejak sebelum usia tiga belas tahun.

Apa Dampak Serius dari Kondisi Ini bagi Remaja?

Body dysmorphia akibat filter media sosial bisa berdampak serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri hingga keinginan mengubah penampilan secara permanen.

  • Merasa cemas atau tidak nyaman saat harus tampil tanpa filter di depan orang lain.
  • Menghindari kegiatan tertentu karena khawatir penampilan asli terlihat kurang menarik.
  • Muncul keinginan untuk mengubah bagian wajah atau tubuh secara permanen agar sesuai dengan hasil filter.

Menurut laporan Boston University, fenomena yang disebut Snapchat dysmorphia ini membuat semakin banyak orang meminta prosedur kecantikan agar wajah aslinya menyerupai hasil foto yang sudah diedit.

Mengapa Remaja Lebih Rentan Terpengaruh Dibanding Kelompok Usia Lain?

Remaja lebih rentan terpengaruh karena masa remaja adalah periode penting dalam pembentukan identitas dan citra diri.

  • Remaja menghabiskan waktu cukup lama di media sosial setiap harinya.
  • Banyak remaja mulai menggunakan filter atau aplikasi pengubah wajah sejak usia sangat muda.
  • Standar kecantikan yang ditampilkan di media sosial sering tidak mencerminkan keberagaman penampilan yang nyata.

Bagaimana Cara Menjaga Citra Diri yang Sehat di Tengah Tren Filter?

Menjaga citra diri yang sehat di tengah tren filter bisa dimulai dari membangun kesadaran terhadap kebiasaan menggunakan media sosial sehari-hari.

  • Batasi waktu penggunaan filter, terutama untuk foto yang dibagikan setiap hari.
  • Ingatkan dirimu bahwa gambar di media sosial sering tidak mencerminkan kenyataan sepenuhnya.
  • Ikuti akun yang menampilkan keberagaman penampilan, bukan hanya satu standar kecantikan.
  • Luangkan waktu tanpa media sosial untuk mengurangi kebiasaan membandingkan diri.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Wajah aslimu tidak perlu menyerupai hasil filter untuk bisa dianggap berharga dan layak diterima.“

Kapan Sebaiknya Kamu Mencari Bantuan Profesional?

Kamu sebaiknya mencari bantuan profesional ketika ketidakpuasan terhadap penampilan sudah mengganggu keseharian dan kepercayaan dirimu.

  • Kamu terus-menerus memikirkan kekurangan penampilan meski orang lain tidak menyadarinya.
  • Kamu mulai menghindari interaksi sosial karena merasa tidak percaya diri dengan penampilan asli.

Bicarakan kondisi ini dengan orang tua, konselor, atau psikolog jika sudah memengaruhi keseharianmu.

FAQ Body Dysmorphia akibat Filter Media Sosial

  • Apakah menggunakan filter sesekali berarti aku mengalami body dysmorphia?
    Tidak. Menggunakan filter sesekali itu wajar, yang perlu diperhatikan adalah jika kamu mulai merasa tidak nyaman dengan wajah asli.
  • Apakah body dysmorphia hanya dialami remaja perempuan?
    Tidak. Remaja laki-laki juga bisa mengalaminya, meski isu ini lebih sering dibahas pada remaja perempuan.

Kesimpulan

Body dysmorphia akibat filter media sosial adalah dampak nyata dari kebiasaan melihat versi diri yang sudah diedit secara terus-menerus setiap hari. Dengan menyadari pengaruh ini dan membangun kebiasaan bermedia sosial yang lebih sehat, kamu bisa menjaga rasa percaya diri terhadap penampilan aslimu sendiri.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu merasa kurang percaya diri dengan penampilan aslimu karena terbiasa melihat versi yang sudah diedit, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu berhak merasa nyaman dengan dirimu sendiri.

Kamu bisa unduh aplikasi konseling Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi. Jika kamu butuh pendampingan lebih terarah membangun kepercayaan diri, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri