Apa Itu Anger Management untuk Remaja?

Anger management untuk remaja adalah cara mengenali, memahami, dan menyalurkan rasa marah dengan cara yang sehat, tidak dengan menahannya atau melampiaskannya dengan cara yang justru merugikan.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin pernah merasa emosi tiba-tiba naik sampai sulit dikendalikan, padahal pemicunya terlihat sepele bagi orang lain. Kondisi ini wajar terjadi karena masa remaja memang masa ketika emosi terasa lebih intens dibanding sebelumnya. Ia menekankan bahwa marah bukan emosi yang salah, yang penting adalah cara kamu menyalurkannya.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari kenapa remaja mudah marah, serta cara mengelola amarah dengan sehat.

Daftar Isi

Kenapa Remaja Lebih Mudah Marah Dibanding Sebelumnya?

Remaja lebih mudah marah karena otak yang mengatur emosi masih dalam proses berkembang, sementara tekanan dari sekolah, pertemanan, dan perubahan hidup datang bersamaan pada masa ini.

Sebuah penelitian dari Anjanappa et al., 2023 dalam jurnal PMC terhadap siswa remaja di sekolah menemukan bahwa amarah yang tidak terkelola sering muncul bersamaan dengan kesulitan menyelesaikan masalah dan komunikasi yang kurang lancar. Kabar baiknya, penelitian ini juga membuktikan bahwa amarah dapat dikurangi secara signifikan lewat latihan yang tepat.

Jadi, kalau akhir-akhir ini kamu merasa lebih mudah tersulut emosi, itu bukan tanda ada yang salah denganmu, melainkan tanda kamu membutuhkan cara baru untuk mengelolanya.

Apa Saja Cara Efektif untuk Meredakan Amarah Saat Itu Juga?

Cara efektif meredakan amarah saat itu juga antara lain menarik napas dalam, memberi jeda pada diri, dan menuliskan perasaan yang sedang dirasakan.

Menurut Mission Prep Healthcare, teknik yang paling efektif untuk remaja antara lain tarik napas dalam, sinyal jeda, menuliskan perasaan, dan memahami dahulu pemicu amarahmu sebelum merespons.

  • Tarik napas dalam-dalam beberapa kali sebelum merespons apa pun.
  • Beri jeda pada dirimu, misalnya dengan menjauh sebentar dari situasi yang memicu.
  • Tuliskan atau gambarkan apa yang kamu rasakan di jurnal atau buku catatan.

Pilih satu atau dua teknik yang paling terasa cocok bagimu, lalu latih terus sampai menjadi kebiasaan yang otomatis muncul saat emosimu mulai naik.

Bagaimana Cara Mencegah Amarah Berubah Menjadi Ledakan Emosi?

Mencegah amarah berubah menjadi ledakan emosi bisa dilakukan dengan mengenali tanda fisik seperti jantung berdebar, mengenali pemicu, dan memberi jeda sebelum bereaksi.

  1. Perhatikan tanda fisik seperti jantung berdebar, napas cepat, atau otot menegang.
  2. Kenali situasi atau kata-kata tertentu yang biasanya menjadi pemicu amarahmu.
  3. Latih dirimu untuk berhenti sejenak sebelum membalas dengan kata-kata atau tindakan.
  4. Cari waktu untuk menenangkan diri sebelum membahas masalahnya lebih lanjut.

Mengenali tanda ini lebih awal memberimu waktu untuk memilih respons yang lebih tenang, bukan bereaksi secara impulsif.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Marah itu wajar. Yang perlu dilatih adalah jeda sebelum bereaksi, bukan menghilangkan rasa marahnya sama sekali.“

Bagaimana Cara Menyampaikan Amarah tanpa Menyakiti Orang Lain?

Menyampaikan amarah tanpa menyakiti orang lain bisa dilakukan dengan memakai kalimat yang fokus pada perasaan, dan memilih waktu yang tepat untuk membicarakannya.

  • Gunakan kalimat yang fokus pada perasaanmu, misalnya “aku merasa”, bukan menyalahkan orang lain.
  • Tunggu sampai emosimu lebih tenang sebelum membahas masalah yang membuatmu marah.
  • Dengarkan juga sudut pandang orang lain, bukan hanya fokus menyampaikan kekesalanmu.

Dengan cara ini, amarahmu tetap tersampaikan tanpa harus merusak hubungan dengan orang yang kamu ajak bicara.

Kapan Kamu Harus Menemui Expert?

Kamu sebaiknya mencari bantuan profesional ketika amarah sering muncul berlebihan dan mengganggu keseharianmu.

  • Kamu sering meledak marah sampai menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Amarah muncul jauh lebih sering dan lebih intens dibanding biasanya.
  • Kamu kesulitan menenangkan diri meski sudah mencoba berbagai cara sendiri.

Kalau tandanya sudah seperti ini, bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor supaya kamu bisa mendapat pendampingan yang lebih tepat.

FAQ Anger Management untuk Remaja

  • Apakah wajar kalau aku sering merasa marah?
    Wajar. Marah adalah emosi normal yang dialami semua orang. Yang perlu diperhatikan adalah cara kamu menyalurkannya, bukan rasa marahnya itu sendiri.
  • Apakah menahan amarah sepenuhnya itu baik?
    Tidak selalu. Menahan amarah terus-menerus juga dapat berdampak buruk. Cara yang lebih sehat adalah mengelola dan menyampaikannya dengan tepat.

Kesimpulan

Marah adalah emosi yang wajar dialami remaja, apalagi di tengah berbagai tekanan pada masa ini. Dengan mengenali pemicunya dan melatih cara meredakan serta menyampaikannya dengan sehat, kamu bisa mengelola amarah tanpa harus memendamnya atau melampiaskannya secara berlebihan.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sedang kesulitan mengelola amarah, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri