Kamu Nggak Harus Punya Semua Jawaban untuk Bisa Hadir Buat Seseorang

Ketika seseorang yang kamu sayangi sedang menghadapi masalah, kamu mungkin merasa harus menemukan solusi agar bisa benar-benar membantu. Padahal, kamu tidak harus punya semua jawaban untuk bisa hadir bagi seseorang.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, melihat bahwa banyak orang merasa harus memberikan solusi ketika seseorang sedang mengalami masa sulit. Padahal, tidak semua situasi membutuhkan jawaban cepat. Kehadiran yang konsisten dapat membuat seseorang merasa lebih aman untuk menghadapi apa yang sedang dialaminya. Kamu juga memiliki batasan dan tidak harus mengambil seluruh beban orang lain. Mengetahui kapan harus mendengarkan dan kapan mengajak mencari bantuan merupakan bagian dari kepedulian yang sehat.

Lewat pilar STAY dalam #BeraniHadir, Peluk Diri mengajak kamu memahami bahwa hadir tidak selalu berarti memperbaiki. Simak ya dalam artikel ini.

Daftar Isi

Kenapa Kamu Tidak Harus Selalu Punya Solusi?

Masalah seseorang tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan satu nasihat, apalagi jika kamu tidak mengetahui seluruh situasinya.

Ketika teman bercerita, mungkin kamu langsung ingin mengatakan apa yang menurutmu paling baik. Namun, solusi yang terlihat sederhana bagimu belum tentu sesuai dengan keadaan yang sedang ia hadapi.

WHO menjelaskan bahwa dukungan sosial dan hubungan yang sehat dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental remaja. Memiliki orang yang dapat diajak bicara dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan.

Jadi, kamu tidak harus selalu bertanya, โ€œApa solusinya?โ€ Kamu juga bisa bertanya, โ€œApa yang kamu butuhkan sekarang?โ€

Seperti Apa Bentuk Hadir yang Sebenarnya?

Hadir bisa berarti mendengarkan, menemani, menanyakan kabar, atau membantu seseorang menemukan dukungan yang lebih tepat.

Kamu bisa menunjukkan kehadiran melalui hal-hal sederhana:

  • Menyediakan waktu ketika ia ingin bercerita.
  • Menanyakan kabarnya tanpa memaksa.
  • Mengingat hal yang pernah ia ceritakan.
  • Menawarkan bantuan untuk mencari orang yang tepat.
  • Tetap memperlakukannya dengan wajar tanpa membuatnya merasa diawasi.

Tidak semua dukungan harus berupa percakapan panjang. Pesan singkat seperti โ€œAku ingat kamu kemarin cerita soal itu. Sekarang gimana?โ€ juga bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar memperhatikan.

Bagaimana Kalau Kamu Takut Salah Membantu?

Kamu bisa mengakui bahwa kamu tidak tahu harus melakukan apa, lalu menawarkan untuk mencari bantuan bersama.

Kamu tidak perlu berpura-pura memahami semua hal. Justru, mengatakan โ€œAku nggak tahu harus bantu bagaimana, tapi aku mau menemani kamuโ€ dapat menjadi respons yang lebih jujur.

UNICEF juga menekankan pentingnya mendengarkan dan merespons remaja dengan empati, tanpa langsung menghakimi atau mengambil alih permasalahan mereka.

Kalau masalahnya dirasa di luar kemampuanmu, jangan menjadikan dirimu satu-satunya tempat ia bergantung. Ajak orang dewasa yang dipercaya, guru BK, konselor, atau profesional kesehatan mental untuk ikut membantu.

Apakah Menjaga Batasan Berarti Kamu Tidak Peduli?

Tidak. Menjaga batasan justru membantu kamu tetap bisa mendukung seseorang tanpa mengabaikan kebutuhan dirimu sendiri.

Kamu tidak harus selalu tersedia setiap saat. Kamu juga boleh mengatakan, โ€œAku belum bisa ngobrol sekarang, tapi nanti aku hubungi kamu.โ€ Memberikan dukungan tidak berarti kamu harus mengorbankan seluruh waktu, energi, atau kesejahteraanmu.

Menjadi support system juga bukan berarti mengambil tanggung jawab atas keputusan orang lain. Kamu bisa menemani tanpa menjadi penyelamat.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, โ€œKita punya batas dalam membantu orang lain. Mengetahui kapan harus mengajak mencari bantuan juga merupakan bagian dari kepedulian.โ€

Kapan Kamu Perlu Mengajak Orang Lain untuk Membantu?

Kamu perlu mencari bantuan tambahan ketika masalah yang dihadapi teman terasa terlalu berat untuk ditangani sendiri atau berkaitan dengan keselamatannya. Jangan merasa harus menjaga semuanya sebagai rahasia jika keselamatan seseorang terancam. Ajak orang dewasa yang dipercaya atau profesional untuk membantu.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang berada dalam kondisi darurat, segera hubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau hubungi Indonesia Sehat Jiwa melalui form https://s.id/formkonselinghotline atau nomor emergency response di WA 08113788898 untuk mendampingi situasi krisis kapan pun dibutuhkan. Kamu juga bisa akses JakCare melalui aplikasi Jaki atau hubungi hotline 24 jam 0800-1500-119 untuk bantuan lainnya.

FAQ Cara Mendukung Teman

  • Apakah aku harus selalu ada untuk teman?
    Tidak. Kamu boleh menjaga batasan dan tetap memberikan dukungan sesuai kemampuanmu.
  • Apakah aku harus menyelesaikan masalah teman?
    Tidak. Kamu bisa mendengarkan, menemani, dan membantu menghubungkannya dengan bantuan yang tepat.

Kesimpulan

Kamu tidak harus punya semua jawaban untuk bisa hadir bagi seseorang. Terkadang, yang dibutuhkan bukan solusi cepat, tetapi seseorang yang mau mendengarkan, tetap peduli, dan membantu mencari dukungan ketika diperlukan.

Lewat pilar STAY dalam gerakan #BeraniHadir, Peluk Diri mengajak kamu untuk hadir dengan cara yang realistis dan sehat. Kamu tidak harus menjadi penyelamat untuk menjadi seseorang yang berarti.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu atau orang di sekitarmu sedang berjuang, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri