Teman Bilang Ingin Mengakhiri Hidup, Harus Bagaimana?
Kalau seorang teman mengatakan ingin mengakhiri hidup, jangan menganggapnya sebagai candaan atau sesuatu yang harus kamu hadapi sendiri. Dengarkan dengan tenang, tetap temani, dan segera libatkan orang dewasa atau bantuan profesional yang bisa membantu.
Mendengar kalimat seperti itu bisa membuatmu panik atau bingung harus melakukan apa. Tapi yang terpenting adalah menganggap ceritanya serius dan memastikan ia tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, ketika seseorang berani mengatakan bahwa dirinya sedang berada di titik yang sangat berat, hal tersebut perlu diterima dengan empati, bukan dihakimi. Remaja sering kali belum tahu kepada siapa mereka bisa membawa cerita yang terasa terlalu berat. Kehadiran orang yang mau mendengarkan dapat menjadi jembatan menuju bantuan yang lebih tepat. Kamu tidak perlu menjadi ahli kesehatan mental untuk menunjukkan kepedulian. Namun, kamu juga tidak harus mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan semuanya sendiri.
Berani hadir berarti tahu kapan harus mendengarkan dan kapan harus meminta bantuan. Artikel ini akan menemani kamu mencari tahu tindakan yang harus dilakukan jika ada teman yang ingin mengakhiri hidup.
Daftar Isi
- Apa yang Harus Kamu Lakukan Kalau Teman Mengatakan Ingin Mengakhiri Hidup? >
- Apa yang Sebaiknya Kamu Katakan? >
- Apakah Kamu Boleh Bertanya Langsung tentang Keselamatannya? >
- Bagaimana Kalau Teman Memintamu Merahasiakannya? >
- Kapan Kamu Harus Segera Mencari Bantuan? >
- FAQ Teman Mengatakan Ingin Mengakhiri Hidup >
- Kesimpulan >
Apa yang Harus Kamu Lakukan Kalau Teman Mengatakan Ingin Mengakhiri Hidup?
Anggap perkataannya serius dan jangan mencoba menangani situasi tersebut sendirian.
Kamu bisa tetap tenang dan mengatakan bahwa kamu berterima kasih karena ia mau bercerita. WHO menegaskan bahwa membicarakan bunuh diri secara langsung tidak membuat seseorang terdorong melakukannya. Percakapan yang tenang dapat membantu seseorang merasa dipahami.
Kalau kamu sedang bersama teman tersebut, ajak ia berada di tempat yang lebih aman dan segera cari orang dewasa yang bisa membantu, seperti orang tua, guru, guru BK, atau anggota keluarga yang dipercaya.
Apa yang Sebaiknya Kamu Katakan?
Gunakan kalimat sederhana, tenang, dan menunjukkan bahwa kamu tidak akan menghakiminya. Kamu bisa mengatakan:
- โMakasih sudah cerita ke aku.โ
- โAku mendengarkan kamu.โ
- โKamu nggak harus menghadapi ini sendirian.โ
- โYuk, kita cari orang yang bisa bantu bersama.โ
- โYuk, kita cari bantuan bersama.โ
Hindari berdebat, menyalahkan, atau membuat janji untuk merahasiakannya jika keselamatan temanmu terancam.
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: โKetika seseorang menyampaikan hal yang serius tentang hidupnya, jangan menganggapnya sebagai candaan. Dengarkan dan bantu hubungkan dengan orang yang bisa memberikan pertolongan.โ
Apakah Kamu Boleh Bertanya Langsung tentang Keselamatannya?
Boleh, dan pertanyaan langsung dapat membantu kamu memahami apakah temanmu membutuhkan bantuan segera.
Kamu bisa bertanya dengan tenang, โKamu sekarang aman?โ atau โKamu sedang kepikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup?โ
EMRO WHO menyebut bahwa bertanya secara langsung tentang bunuh diri tidak meningkatkan risiko seseorang melakukannya. Jika jawabannya menunjukkan bahaya, segera libatkan orang dewasa dan layanan bantuan.
Bagaimana Kalau Teman Memintamu Merahasiakannya?
Kamu tidak perlu menyimpan rahasia yang berkaitan dengan keselamatan seseorang.
Kamu bisa mengatakan, โAku peduli sama kamu, jadi aku nggak bisa menyimpan ini sendirian. Aku mau cari bantuan supaya kamu tetap aman.โ Temanmu mungkin kesal, tetapi keselamatan lebih penting daripada menjaga rahasia. WHO menyarankan segera meminta bantuan dan tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Kapan Kamu Harus Segera Mencari Bantuan?
Segera cari bantuan ketika teman menyatakan keinginan mengakhiri hidup, terlihat berada dalam bahaya, atau kamu merasa keselamatannya tidak bisa dijaga hanya dengan dukungan teman sebaya.
Jangan menunggu sampai kamu yakin seratus persen. Sampaikan situasinya kepada orang dewasa yang dipercaya.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sedang berada dalam kondisi darurat, segera hubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau hubungi Indonesia Sehat Jiwa melalui form https://s.id/formkonselinghotline atau nomor emergency response di WA 08113788898 untuk mendampingi situasi krisis kapan pun dibutuhkan. Kamu juga bisa akses JakCare melalui aplikasi Jaki atau hubungi hotline 24 jam 0800-1500-119 untuk bantuan lainnya.
FAQ Teman Mengatakan Ingin Mengakhiri Hidup
Kesimpulan
Kalau teman mengatakan ingin mengakhiri hidup, jangan abaikan dan jangan mencoba menjadi satu-satunya orang yang menanganinya. Dengarkan dengan tenang, tetap hadir, dan segera cari bantuan dari orang dewasa atau profesional.
Lewat pilar STAY dan SEEK HELP dalam gerakan #BeraniHadir, Peluk Diri mengajak kamu memahami bahwa hadir bukan berarti harus menyelesaikan semuanya sendiri. Bentuk kepedulian yang penting adalah memastikan seseorang tidak sendirian dan membawanya lebih dekat kepada bantuan yang tepat.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu atau orang di sekitarmu sedang berjuang, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.