Melihat Teman Sedang Tidak Baik-Baik Saja? Ini Langkah Konkret yang Bisa Kamu Lakukan

Kalau kamu melihat teman yang tampak sedang tidak baik-baik saja, kamu bisa mulai dengan memperhatikan perubahan, mengajak bicara dengan tenang, dan membantu mencari dukungan yang tepat.

Teman yang sedang berjuang belum tentu langsung mengatakan apa yang terjadi. Ia mungkin tetap beraktivitas seperti biasa, sehingga perhatian kecil bisa membantu kamu menyadari perubahan.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, melihat bahwa kepedulian sering kali dimulai dari keberanian memperhatikan hal-hal kecil. Kita tidak harus mengetahui masalah seseorang untuk menunjukkan bahwa kita peduli. Ketika melihat perubahan yang cukup menetap, kamu bisa membuka percakapan tanpa memaksa. Jika situasinya terasa lebih berat, kamu tidak perlu mengambil tanggung jawab sendirian. Mengajak orang dewasa atau profesional yang tepat merupakan bagian dari dukungan.

Hadir berarti membantu seseorang mendapatkan dukungan yang sesuai, bukan menjadi satu-satunya orang yang harus menyelesaikan semuanya.

Daftar Isi

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Saat Menyadari Temanmu Berubah?

Mulailah dengan memperhatikan perubahan yang konsisten, lalu tanyakan kabarnya dengan cara yang tidak menghakimi.

Misalnya, teman yang biasanya aktif menjadi lebih sering menyendiri atau tampak kewalahan. Satu perubahan belum tentu berarti masalah kesehatan mental, tetapi perubahan yang menetap layak diperhatikan.

UNICEF menjelaskan bahwa perubahan emosi dan perilaku yang berlangsung intens atau berkepanjangan dapat menjadi alasan untuk mencari dukungan.

Bagaimana Cara Membuka Percakapan?

Pilih waktu yang cukup tenang dan gunakan pertanyaan sederhana agar temanmu punya ruang untuk merespons.

Kamu bisa mengatakan, โ€œAku perhatiin kamu belakangan kelihatan beda. Kamu baik-baik saja?โ€ Kalau ia belum mau bercerita, tetap tunjukkan bahwa kamu tersedia.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: โ€œKepedulian bukan hanya tentang menyadari bahwa seseorang sedang kesulitan. Kita juga perlu berani mengambil langkah untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang tepat.โ€

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Teman Mulai Bercerita?

Dengarkan ceritanya dan cari tahu dukungan seperti apa yang mungkin ia butuhkan, tanpa mengambil alih semua keputusan.

Kamu bisa bertanya, โ€œKamu mau aku dengerin saja atau kita cari bantuan bersama?โ€ Pertanyaan ini memberi ruang untuk menyampaikan kebutuhannya.

Jika masalahnya terlalu berat untuk ditangani teman sebaya, bantu ia terhubung dengan orang tua, guru BK, konselor, psikolog, atau tenaga kesehatan. WHO menyarankan orang yang khawatir untuk mendengarkan, mendorong pencarian bantuan, dan menawarkan pendampingan.

Kapan Kamu Perlu Melibatkan Orang Dewasa?

Jangan menunggu jika kamu merasa keselamatan temanmu menjadi perhatian. Jika teman menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidup atau menunjukkan tanda bahaya, segera beri tahu orang dewasa yang dipercaya.

WHO menekankan bahwa ketika seseorang berada dalam bahaya segera, penting mencari bantuan darurat dan tidak membiarkannya menghadapi situasi tersebut sendirian.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: โ€œTidak semua masalah bisa ditangani oleh teman sebaya. Mengajak orang yang lebih kompeten untuk membantu bukan berarti kita gagal, tetapi menunjukkan bahwa kita peduli.โ€

Bagaimana Kalau Temanmu Tidak Mau Dibantu?

Kamu tetap bisa menghargai perasaannya sambil memastikan ia tahu bahwa bantuan tersedia.

Jangan memaksa teman untuk menceritakan semuanya. Kamu bisa mengatakan, โ€œAku menghargai kalau kamu belum siap cerita. Kalau nanti butuh bantuan, aku tetap ada.โ€ Jika ada kekhawatiran serius mengenai keselamatannya, jangan menyimpan situasi itu sendirian. Kalau bingung, mintalah bantuan guru BK, orang tua, atau orang dewasa yang kamu percaya.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal berada dalam kondisi darurat, segera hubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau hubungi Indonesia Sehat Jiwa melalui form https://s.id/formkonselinghotline atau nomor emergency response di WA 08113788898 untuk mendampingi situasi krisis kapan pun dibutuhkan. Kamu juga bisa akses JakCare melalui aplikasi Jaki atau hubungi hotline 24 jam 0800-1500-119 untuk bantuan lainnya.

FAQ Melihat Teman Sedang Tidak Baik-Baik Saja

  • Apakah satu perubahan perilaku berarti teman sedang mengalami masalah mental?
    Tidak selalu. Namun, perubahan yang menetap atau mengganggu keseharian layak diperhatikan.
  • Apakah aku harus merahasiakan cerita teman?
    Tidak jika keselamatan temanmu menjadi perhatian. Dalam situasi seperti itu, mencari bantuan lebih penting daripada menyimpan rahasia.

Kesimpulan

Melihat teman sedang tidak baik-baik saja tidak berarti kamu harus langsung punya solusi. Perhatikan perubahan, berani bertanya, dengarkan tanpa menghakimi, dan bantu menghubungkan teman dengan dukungan yang sesuai.

Lewat pilar ACTION dalam gerakan #BeraniHadir, Peluk Diri mengajak kamu mengubah kepedulian menjadi langkah nyata. Kamu tidak harus melakukan semuanya sendirian. Kita nggak harus punya semua jawabannya untuk bisa hadir.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu atau orang di sekitarmu sedang berjuang, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri