Bagaimana Cara Menghadapi Kehilangan Sahabat dengan Sehat?

Kamu bisa menghadapi kehilangan sahabat dengan sehat lewat mengakui perasaanmu terlebih dahulu, memberi diri waktu untuk berduka, dan perlahan membuka diri pada hubungan baru tanpa terburu-buru.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin merasa kehilangan sahabat sama beratnya dengan putus cinta, bahkan kadang terasa lebih membingungkan karena kamu masih harus bertemu dengannya di sekolah. Perasaan ini valid dan tidak perlu diremehkan. Ia menekankan bahwa berakhirnya sebuah persahabatan bukan berarti ada yang salah denganmu, melainkan bagian dari proses menemukan hubungan yang benar-benar sesuai.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari kenapa kehilangan sahabat terasa begitu berat, serta cara menghadapinya dengan sehat.

Daftar Isi

Kenapa Kehilangan Sahabat Bisa Terasa Seberat Putus Cinta?

Kehilangan sahabat bisa terasa seberat putus cinta karena sahabat sering menjadi tempat berbagi cerita dan dukungan emosional yang setara pentingnya dengan hubungan romantis.

Menurut Child Mind Institute, kehilangan sahabat dekat bisa terasa sama menyakitkannya dengan putus cinta, dan rasa sakit ini valid untuk diakui. Bedanya, mantan sahabat biasanya tidak benar-benar menghilang, kamu tetap harus bertemu dengannya di sekolah atau kelas yang sama, sehingga proses melupakannya terasa lebih sulit.

Apa Saja Tanda Kamu Sedang Berduka atas Kehilangan Sahabat?

Tanda kamu sedang berduka atas kehilangan sahabat antara lain merasa sedih berkepanjangan, menyalahkan diri sendiri, dan sulit fokus pada aktivitas sehari-hari.

  • Merasa sedih atau marah yang muncul silih berganti tanpa pola yang jelas.
  • Menyalahkan diri sendiri dan terus bertanya apa yang salah dari dirimu.
  • Sulit berkonsentrasi di sekolah karena pikiran terus tertuju pada persahabatan yang berakhir.
  • Menghindari tempat atau kegiatan yang mengingatkanmu pada mantan sahabatmu.

Kalau kamu mengalami tanda-tanda ini, itu bukan tanda kamu berlebihan, melainkan proses berduka yang wajar dan butuh waktu untuk dilalui.

Siapa yang Sebaiknya Kamu Ajak Bicara Saat Menghadapi Kehilangan Ini?

Kamu sebaiknya mengajak bicara orang yang membuatmu merasa aman untuk didengarkan tanpa dihakimi, baik itu keluarga, teman lain, atau konselor sekolah.

Menurut Annabelle Psychology, kehilangan hubungan pertemanan berdampak pada kesehatan mental dengan cara yang mirip kehilangan hubungan romantis, sehingga layak mendapat perhatian dan kepedulian yang sama. Membicarakan perasaanmu membantu kamu memahami apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus mengenali kebutuhan emosionalmu sendiri.

Bagaimana Cara Perlahan Bangkit Setelah Kehilangan Sahabat?

Kamu bisa perlahan bangkit setelah kehilangan sahabat dengan mengakui perasaanmu, membatasi paparan media sosial terkait mantan sahabatmu, dan tetap menjaga rutinitas harian.

  1. Akui perasaanmu, entah itu sedih, marah, atau bahkan lega, tanpa menghakimi diri sendiri.
  2. Batasi melihat unggahan mantan sahabatmu di media sosial untuk sementara waktu.
  3. Tetap jaga rutinitas harian seperti sekolah dan tidur, meski rasanya berat.
  4. Salurkan perasaanmu lewat jurnal, musik, atau aktivitas fisik yang kamu sukai.

Proses ini tidak harus terburu-buru. Beri dirimu waktu untuk pulih sebelum mencoba membuka diri pada pertemanan baru.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, โ€œBerakhirnya sebuah pertemanan bukan berarti kamu gagal. Itu bisa jadi kesempatan untuk menemukan hubungan yang lebih sesuai dengan dirimu.โ€

Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Baru Kehilangan Sahabatnya?

Kamu bisa mendukung teman yang baru kehilangan sahabatnya dengan mendengarkan tanpa buru-buru memberi solusi, karena yang paling dibutuhkan biasanya hanya didengarkan.

  • Dengarkan ceritanya tanpa buru-buru menawarkan solusi atau menghakimi pihak yang terlibat.
  • Ajak temanmu melakukan aktivitas ringan untuk membantunya tidak larut dalam kesedihan.

Kehadiranmu yang sederhana dan tidak menghakimi bisa sangat berarti bagi proses pemulihan temanmu.

Sejauh Mana Kesedihan Ini Perlu Direspons dengan Bantuan Ahli?

Kesedihan ini perlu direspons dengan bantuan ahli ketika rasa sedih sudah berlangsung sangat lama dan mulai mengganggu keseharianmu secara signifikan.

  • Kesedihan berlangsung berbulan-bulan tanpa tanda membaik.
  • Kamu menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sosial dan aktivitas yang biasa kamu nikmati.

Kalau tandanya sudah seperti ini, bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor.

FAQ Friendship Breakup pada Remaja

  • Apakah wajar merasa sangat sedih kehilangan sahabat?
    Wajar. Kehilangan sahabat bisa terasa seberat kehilangan hubungan romantis, dan perasaan ini layak diakui.
  • Apakah aku harus mencoba memperbaiki persahabatan yang sudah berakhir?
    Tidak selalu. Terkadang persahabatan memang perlu berakhir agar masing-masing pihak bisa tumbuh ke arah yang lebih sehat.

Kesimpulan

Kehilangan sahabat adalah pengalaman yang valid dan bisa terasa seberat putus cinta, bukan sesuatu yang perlu diremehkan. Dengan mengakui perasaanmu, memberi diri waktu untuk berduka, dan perlahan membuka diri pada hubungan baru, kamu bisa melewati masa sulit ini dan tumbuh menjadi lebih memahami dirimu sendiri.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sedang berjuang menghadapi kehilangan sahabat, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri