Apa Itu Parasocial Relationship dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Remaja
Parasocial relationship adalah ikatan emosional satu arah yang terbentuk antara seseorang dengan tokoh publik, idola, atau kreator konten yang sebenarnya tidak mengenalnya secara pribadi, namun terasa begitu dekat karena interaksi yang sering muncul lewat media sosial setiap harinya.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kedekatan semacam ini wajar dialami banyak remaja, namun perlu tetap dijaga agar tidak menggantikan hubungan nyata dengan orang di sekitarmu. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan kekaguman pada idola dengan kehidupan sosial yang sesungguhnya.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu parasocial relationship, dampaknya, serta cara menyikapinya dengan sehat.
Daftar Isi
- Kenapa Remaja Mudah Terikat secara Emosional dengan Idola? >
- Apa Sisi Positif dari Parasocial Relationship? >
- Kapan Parasocial Relationship Bisa Berubah Menjadi Tidak Sehat? >
- Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan antara Kekaguman dan Kehidupan Nyata? >
- Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Waspada dan Mencari Bantuan? >
- FAQ Parasocial Relationship >
- Kesimpulan >
Kenapa Remaja Mudah Terikat secara Emosional dengan Idola?
Remaja mudah terikat secara emosional dengan idola karena masa remaja adalah periode penting dalam pembentukan identitas diri secara keseluruhan.
Menurut Psychiatry Advisor, hubungan parasosial meningkat pesat selama pandemi COVID-19 ketika remaja mencari koneksi secara daring akibat terbatasnya dukungan sosial secara langsung, dan platform seperti TikTok, YouTube, serta Twitch terus memperkuat intensitas hubungan ini.
Kekaguman terhadap idola juga bisa membantu remaja mengeksplorasi identitas dan nilai-nilai yang ingin mereka kembangkan dalam dirinya sendiri, sekaligus memberi rasa memiliki tujuan hidup yang jelas.
Apa Sisi Positif dari Parasocial Relationship?
Parasocial relationship tidak selalu berdampak negatif, karena dalam beberapa kasus justru bisa memberi manfaat bagi kesehatan mental remaja.
Menurut Hoffner dan Bond dalam Jurnal PubMed (2022), hubungan parasosial di media sosial dapat mendorong sikap dan perilaku yang sehat, mengurangi stigma terkait kesehatan, memperkuat rasa terhubung dan kebersamaan, serta membantu proses eksplorasi identitas diri.
Bagi sebagian remaja, terutama yang merasa kurang mendapat representasi di lingkungan sekitarnya, idola tertentu bisa menjadi sumber dukungan emosional yang berarti dan membantu mereka merasa tidak sendirian.
Kapan Parasocial Relationship Bisa Berubah Menjadi Tidak Sehat?
Parasocial relationship bisa berubah menjadi tidak sehat ketika kekaguman terhadap idola mulai menggantikan kebutuhan akan hubungan nyata dengan orang di sekitar.
- Menghabiskan sebagian besar waktu memikirkan atau mengikuti kehidupan idola dibanding berinteraksi dengan teman nyata.
- Merasa sangat terguncang secara emosional oleh kabar tentang idola, seolah itu memengaruhi kehidupan pribadi secara langsung.
- Mulai menarik diri dari hubungan sosial nyata karena merasa cukup terhubung lewat idola.
Riset yang sama menyebutkan bahwa hubungan ini perlu diperhatikan terutama pada remaja yang memiliki dukungan sosial terbatas di dunia nyata, karena bisa memperkuat ketergantungan pada hubungan satu arah.
Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan antara Kekaguman dan Kehidupan Nyata?
Menjaga keseimbangan antara kekaguman pada idola dan kehidupan nyata bisa dimulai dari kesadaran terhadap kebiasaan sehari-hari.
- Tetapkan waktu tertentu untuk mengikuti konten idola, bukan sepanjang hari.
- Prioritaskan waktu untuk bertemu dan berbicara dengan teman atau keluarga secara langsung.
- Sadari bahwa gambaran idola di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan aslinya.
- Gunakan kekagumanmu sebagai inspirasi, bukan sebagai pengganti hubungan nyata.
- Bangun hubungan pertemanan baru di lingkungan sekitar yang bisa saling membalas perhatian.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Mengagumi seseorang itu wajar, tapi pastikan kamu tetap punya ruang untuk hubungan nyata di sekitarmu.“
Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Waspada dan Mencari Bantuan?
Kamu sebaiknya mulai waspada ketika kekagumanmu terhadap idola sudah mengganggu keseharian dan hubungan sosialmu yang nyata secara signifikan.
Bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor jika kamu merasa kesulitan menyeimbangkannya sendiri.
FAQ Parasocial Relationship
Kesimpulan
Parasocial relationship adalah bagian normal dari perkembangan remaja, dengan potensi manfaat maupun risiko tergantung cara menyikapinya sehari-hari. Dengan menjaga keseimbangan antara kekaguman pada idola dan hubungan nyata di sekitarmu, kamu bisa menikmati kekagumanmu tanpa mengorbankan kesehatan mentalmu sendiri.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu merasa kekaguman kepada idola mulai memengaruhi keseharian atau hubungan nyatamu dengan orang di sekitar, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian.
Kamu bisa unduh aplikasi konseling Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi. Jika kamu butuh pendampingan lebih terarah menyeimbangkan hal ini, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.
