Apa Beda Self-Esteem yang Sehat dan Sikap Narsis pada Remaja?
Self-esteem yang sehat dan sikap narsis sama-sama terlihat percaya diri dari luar, tapi keduanya berbeda secara mendasar. Self-esteem sehat berasal dari penerimaan diri yang stabil, sedangkan sikap narsis bergantung pada validasi dan pengakuan orang lain.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin bingung membedakan antara percaya diri yang sehat dan sikap yang terlalu berpusat pada diri sendiri. Perbedaan ini penting dikenali sejak remaja, karena caramu memandang diri sendiri saat ini bisa memengaruhi cara kamu membangun hubungan di masa depan. Ia menekankan bahwa self-esteem sehat justru membuatmu lebih nyaman berhubungan dengan orang lain, bukan sebaliknya.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari apa beda self-esteem sehat dan narsis, serta cara membangun self-esteem yang sehat.
Daftar Isi
- Apa Bedanya Self-Esteem Sehat dan Narsisme Secara Mendasar? >
- Apa Saja Tanda Kamu Memiliki Self-Esteem yang Sehat? >
- Apa Saja Tanda Sikap Narsis yang Perlu Diwaspadai? >
- Bagaimana Cara Membangun Self-Esteem yang Sehat Sejak Remaja? >
- Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Mencari Bantuan dari Ahli? >
- FAQ Self-Esteem Sehat dan Narsis pada Remaja >
- Kesimpulan >
Apa Bedanya Self-Esteem Sehat dan Narsisme Secara Mendasar?
Self-esteem sehat berbeda dari narsisme karena self-esteem berasal dari rasa cukup yang stabil, sedangkan narsisme bergantung pada perbandingan dan pengakuan dari luar.
Menurut Psychology Today, orang dengan self-esteem tinggi berpikir โaku baikโ, sedangkan orang dengan sikap narsis berpikir โaku istimewaโ atau โaku yang terbaikโ. Self-esteem berkaitan dengan penilaian pribadi atas nilai diri, sementara narsisme berkaitan dengan rasa superioritas dan kebutuhan untuk selalu dianggap unggul.
Apa Saja Tanda Kamu Memiliki Self-Esteem yang Sehat?
Tanda kamu memiliki self-esteem yang sehat antara lain tetap merasa baik-baik saja saat menghadapi kegagalan, tidak perlu selalu menjadi yang paling menonjol, dan bisa peduli pada orang lain tanpa merasa terkuras.
Menurut Simply Psychology, self-esteem sehat terasa seperti berikut ini.
Kalau kamu mengenali tanda-tanda ini pada dirimu, itu artinya kamu sudah memiliki fondasi self-esteem yang cukup sehat.
Apa Saja Tanda Sikap Narsis yang Perlu Diwaspadai?
Tanda sikap narsis yang perlu diwaspadai antara lain kecemasan terus-menerus soal status dan pengakuan, serta merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
- Merasa cemas terus-menerus soal status dan pengakuan dari orang lain.
- Sangat peka terhadap tanda-tanda kecil yang dianggap tidak menghormati dirimu.
- Merasa perlu โmenangโ dalam setiap interaksi sosial agar merasa baik-baik saja.
- Merasa terancam saat melihat keberhasilan orang lain.
Meski terlihat percaya diri dari luar, sikap narsis sebenarnya sering kali terasa melelahkan dan tidak benar-benar membahagiakan bagi orang yang mengalaminya.
Bagaimana Cara Membangun Self-Esteem yang Sehat Sejak Remaja?
Kamu bisa membangun self-esteem yang sehat dengan menghargai usaha dan proses, bukan hanya hasil akhir, serta menerima kekuranganmu tanpa menghakimi diri sendiri.
- Hargai usaha dan proses yang kamu lakukan, bukan hanya hasil akhirnya.
- Terima kekuranganmu sebagai bagian dari dirimu, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
- Bangun hubungan yang saling mendukung, bukan yang berdasarkan siapa yang lebih unggul.
Riset dari Brummelman dan koleganya menemukan bahwa terlalu menekankan keistimewaan anak, bukan kehangatan, justru bisa memicu tumbuhnya sikap narsis, bukan self-esteem yang sehat.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, โKamu tidak perlu jadi yang terbaik untuk merasa cukup. Cukup jadi dirimu yang terus berkembang.โ
Kapan Sebaiknya Kamu Mulai Mencari Bantuan dari Ahli?
Sikap terlalu berpusat pada diri perlu ditangani profesional ketika kebutuhan akan pengakuan sudah merusak hubunganmu dengan orang lain.
- Kamu kesulitan menjalin hubungan karena selalu merasa harus terlihat unggul.
- Kritik kecil selalu memicu reaksi berlebihan atau kemarahan.
- Kamu merasa hampa meski sudah mendapat banyak pengakuan dari orang lain.
Kalau tandanya sudah seperti ini, bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor.
FAQ Self-Esteem Sehat dan Narsis pada Remaja
Kesimpulan
Self-esteem sehat dan sikap narsis mungkin terlihat mirip dari luar, tapi keduanya berbeda secara mendasar dalam cara kamu memandang diri sendiri. Dengan menghargai usaha, menerima kekurangan, dan membangun hubungan yang saling mendukung, kamu bisa mengembangkan self-esteem yang sehat dan stabil.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu ingin memahami lebih jauh soal harga diri dan kepercayaan dirimu, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.