Apa Itu Self-Compassion dan Langkah Membangunnya untuk Remaja

Self-compassion adalah sikap memperlakukan dirimu sendiri dengan kebaikan dan pengertian saat menghadapi kesulitan atau kesalahan, sama seperti caramu memperlakukan teman baik yang sedang kesusahan.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain dibanding kesalahanmu sendiri. Banyak remaja terbiasa bersikap keras pada diri sendiri, padahal itu justru membuat beban terasa lebih berat. Ia menekankan bahwa self-compassion bukan tanda kamu memaklumi kesalahan, melainkan cara sehat untuk tetap berkembang tanpa menyiksa diri sendiri.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu self-compassion, manfaatnya, serta cara membangunnya secara bertahap.

Daftar Isi

Kenapa Self-Compassion Penting bagi Remaja?

Self-compassion penting bagi remaja karena masa remaja adalah periode yang rentan terhadap kritik diri yang keras, dan kebiasaan ini bisa terus terbawa hingga dewasa jika tidak disadari.

Menurut Raising Children Network, self-compassion membantu remaja merasa lebih bahagia, percaya diri, dan tangguh dalam menghadapi masalah. Hubungan keluarga yang suportif juga berperan besar dalam menumbuhkan kemampuan ini pada remaja.

Apa Bedanya Self-Compassion dengan Sekadar Memaklumi Diri?

Self-compassion berbeda dengan sekadar memaklumi diri, karena self-compassion tetap mengakui kesalahan sambil memperlakukan diri dengan pengertian, bukan menghindari tanggung jawab.

Menurut Psychiatry.org, self-compassion melibatkan kesadaran penuh terhadap perasaan tanpa menghakimi, serta menyadari bahwa kekurangan dan kesulitan adalah bagian dari pengalaman yang dialami semua manusia, bukan hanya dirimu sendiri.

Apa Saja Tanda Kamu Terlalu Keras pada Diri Sendiri?

Tanda kamu terlalu keras pada diri sendiri antara lain sering mengkritik diri karena kesalahan kecil, sulit menerima pujian, dan membandingkan dirimu terus-menerus dengan orang lain.

  • Sering mengkritik diri sendiri secara berlebihan hanya karena kesalahan kecil.
  • Sulit menerima pujian karena merasa tidak pantas mendapatkannya.
  • Terus membandingkan dirimu dengan orang lain dan merasa selalu kurang.
  • Menuntut dirimu sendiri untuk selalu sempurna dalam segala hal.
  • Merasa bersalah berlebihan meski kesalahan yang dilakukan tergolong kecil.

Kalau tanda ini terasa familiar, itu bukan berarti kamu bermasalah, melainkan sinyal untuk mulai melatih cara bersikap lebih lembut pada dirimu sendiri.

Bagaimana Cara Membangun Self-Compassion Secara Bertahap?

Kamu bisa membangun self-compassion dengan mengakui perasaanmu tanpa menghakimi, mengingat bahwa kesalahan adalah bagian dari pengalaman manusia, dan berbicara pada diri sendiri seperti kepada teman baik.

  • Akui perasaanmu tanpa menghakimi, meski perasaan itu terasa tidak nyaman.
  • Ingat bahwa kesalahan dan kesulitan adalah bagian dari pengalaman semua orang, bukan hanya dirimu.
  • Bayangkan apa yang akan kamu katakan pada teman baik yang mengalami situasi serupa, lalu ucapkan itu pada dirimu sendiri.

Latihan ini membutuhkan waktu dan pengulangan, tapi semakin sering kamu mencobanya, semakin ringan pula cara kamu memperlakukan dirimu sendiri.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Bersikap baik pada diri sendiri bukan berarti kamu berhenti berusaha. Itu berarti kamu memberi ruang untuk belajar tanpa menyiksa diri.“

Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Sulit Bersikap Lembut pada Dirinya?

Kamu bisa mendukung teman yang sulit bersikap lembut pada dirinya dengan mengingatkannya bahwa kesalahan adalah hal wajar, dan menunjukkan penerimaan tanpa syarat.

  1. Ingatkan bahwa kesalahan yang dilakukannya adalah hal yang wajar dialami siapa saja.
  2. Tunjukkan penerimaan padanya, terlepas dari kesalahan yang sedang dia sesali.
  3. Hindari ikut mengkritik, meski dengan maksud bercanda atau menyemangati.

Sikap penerimaanmu bisa membantu temanmu perlahan belajar menerima dirinya sendiri dengan lebih baik.

Kapan Sikap Terlalu Keras pada Diri Perlu Ditangani Profesional?

Sikap terlalu keras pada diri perlu ditangani profesional ketika kritik diri sudah memengaruhi harga diri dan keseharianmu secara nyata.

Kamu merasa tidak pernah cukup baik meski sudah mencoba berbagai cara, atau ketika kritik diri ini membuatmu enggan mencoba hal baru karena takut gagal, segera bicarakan kondisi kamu dengan orang tua, guru, atau konselor.

FAQ Self-Compassion pada Remaja

  • Apakah self-compassion membuatku jadi malas berkembang?
    Tidak. Justru sebaliknya, self-compassion membantumu belajar dari kesalahan tanpa rasa takut berlebihan, sehingga kamu lebih terbuka untuk berkembang.
  • Apakah self-compassion sulit dilatih?
    Awalnya mungkin terasa asing, tapi dengan latihan rutin, self-compassion bisa menjadi kebiasaan baru yang terasa lebih natural.

Kesimpulan

Self-compassion adalah sikap memperlakukan dirimu sendiri dengan kebaikan, terutama saat menghadapi kesalahan atau kesulitan. Dengan melatih kesadaran tanpa menghakimi dan berbicara pada diri sendiri seperti pada teman baik, kamu bisa perlahan membangun hubungan yang lebih sehat dengan dirimu sendiri.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering merasa terlalu keras pada diri sendiri, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian.

Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri