Kenapa Peluk Diri Mengadakan Talkshow “Mengelola Emosi, Menyelamatkan Jiwa”?

Peluk Diri mengadakan talkshow “Mengelola Emosi, Menyelamatkan Jiwa” karena kemampuan meregulasi emosi terbukti menjadi salah satu faktor pelindung penting yang bisa mencegah seseorang, khususnya remaja, mengambil keputusan mengakhiri hidupnya.

Menurut Tannia, Direktur Utama Peluk Diri, isu kesehatan mental remaja saat ini didukung oleh data yang cukup mengkhawatirkan, sementara pembekalan soal pengelolaan emosi masih sering luput dari perhatian keluarga maupun sekolah yang lebih fokus pada capaian akademik.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari data yang mendasari kekhawatiran ini, alasan pengelolaan emosi menjadi fokus talkshow, faktor-faktor pelindung yang bisa mencegah krisis, hingga detail lengkap acara puncak kampanye #BeraniHadir pada 11 September 2026.

Daftar Isi

Data Apa yang Mendasari Kekhawatiran Peluk Diri soal Kesehatan Mental Remaja?

Tannia menjelaskan bahwa hasil skrining Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan terhadap 7 juta orang menemukan sekitar 4% mengalami gejala kecemasan dan 4% lainnya gejala depresi, meski angka tersebut baru sebatas gejala dan belum melalui penegakan diagnosis. Survei lain juga menunjukkan sekitar 10% remaja Indonesia pernah memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya.

โ€œKalau kita masukin ke dalam konteks sekolah, misalkan ada 40 orang dalam satu kelas, berarti tiap kelas ada 4 siswa. Jadi banyak,โ€ ujar Tannia.

Ia menambahkan bahwa dalam satu lingkaran pertemanan pun, ada kemungkinan setidaknya satu orang pernah memiliki niat serupa, sebuah gambaran yang menurutnya penting untuk disadari bersama.

Kenapa Kesehatan Mental Penting bagi Performa dan Fungsi Remaja Sehari-hari?

Menurut Tannia, kesehatan mental merupakan salah satu pilar penting yang menjadi tulang punggung seseorang agar bisa berfungsi dengan baik sebagai individu maupun berperan dalam setting sosialnya.

Bagi remaja secara khusus, kesehatan mental juga berperan besar dalam mendukung performa akademik mereka, sesuatu yang menurut Tannia sering kali terlewat dari perhatian. โ€œItu yang sering dilupakan, sering dilupakan sama guru, sekolah, pemerintah itu sendiri, dan bahkan orang tua.โ€

Kenapa Pengelolaan Emosi Menjadi Fokus Utama Talkshow Ini?

Tannia menyebutkan bahwa salah satu faktor pelindung terpenting yang membuat seseorang tidak mengambil keputusan mengakhiri hidupnya adalah kemampuan meregulasi emosi dan memecahkan masalah.

Sayangnya, pembekalan yang selama ini diberikan kepada anak lebih banyak berfokus pada capaian akademik.

โ€œJarang sekali anak-anak ini dibekali dengan alat-alat seperti pengelolaan emosi, teknik relaksasi, yang sebenarnya juga sangat berguna untuk mendukung performanya,โ€ jelas Tannia.

Baik dalam konteks akademik, cara mereka bergaul, maupun cara menghadapi masalah-masalah lainnya, keterampilan mengelola emosi menjadi bekal yang menurut Tannia sama pentingnya dengan pencapaian akademik itu sendiri.

Apa Saja Faktor Pelindung yang Bisa Mencegah Remaja Mengakhiri Hidupnya?

Tannia menjelaskan bahwa selain pengelolaan emosi, ada beberapa faktor pelindung lain yang turut berperan, seperti kebiasaan jurnaling, koneksi yang sehat dengan sekolah, koneksi dengan orang tua, hingga akses terhadap layanan kesehatan mental di lingkungan sekitar.

Ia membedakan faktor-faktor tersebut menjadi dua kelompok: faktor eksternal seperti koneksi dengan sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan mental yang mendukung, di mana remaja sendiri sering kali tidak memiliki kendali penuh atasnya, dan faktor internal seperti pengelolaan emosi, yang justru bisa dikendalikan oleh masing-masing individu.

โ€œSekarang kita bekali remaja kita, orang tua kita, guru kita, sekolah kita bahwa ada faktor lain yang bisa dikendalikan oleh masing-masing orang, yaitu dengan mengelola emosi.โ€

Kenapa Orang Dewasa di Sekitar Remaja Juga Perlu Belajar Mengelola Emosi?

Menurut Tannia, ketika seorang remaja sudah memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya, orang-orang di sekitarnya seperti teman sebaya, orang tua, maupun guru juga membutuhkan kemampuan mengelola emosi mereka sendiri terlebih dahulu sebelum bisa benar-benar menangani remaja tersebut.

Karena itu, Tannia menegaskan bahwa Peluk Diri tidak hanya berfokus mengedukasi remaja, tetapi juga orang tua dan guru mengenai pentingnya pengelolaan emosi sebagai bekal bersama dalam mendampingi remaja yang sedang berjuang.

Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Tannia Lewat Talkshow Ini?

Pesan utama yang ingin disampaikan Tannia adalah bahwa siapa pun yang sedang berjuang tidak pernah benar-benar sendirian, dan selalu ada layanan yang bisa diakses ketika dibutuhkan.

โ€œKetika kalian merasa masalah kalian itu bertubi-tubi datangnya, rasa sakit itu tidak pernah usai, masih ada solusi lain selain mengakhiri hidup.โ€

Tannia mendorong siapa pun yang membutuhkan bantuan untuk tidak ragu menghubungi Hotline 119 ekstensi 8 dari Kementerian Kesehatan, atau layanan Jaga Jiwa di DKI Jakarta melalui aplikasi JAKI.

โ€œApa yang kalian rasakan itu valid… tapi yakin pasti selalu ada dukungan untuk kalian,โ€ tambahnya.

Perubahan Kecil Apa yang Diharapkan Setelah Mengikuti Talkshow Ini?

Tannia berharap peserta talkshow dapat mulai lebih peduli dengan menanyakan kabar teman-temannya, terutama yang sudah jarang berkabar, serta mendengarkan tanpa menghakimi meski itu bukan hal yang mudah dilakukan di awal.

Ia juga berharap semakin banyak orang berani mencari bantuan tanpa merasa hal itu membuat mereka terlihat lemah.

โ€œJangan pernah merasa bahwa kayaknya ini terlalu sepele untuk minta bantuan orang lain. Itu merupakan sebuah keberanian untuk bisa menyadari bahwa kita membutuhkan pertolongan.โ€

Apa Harapan Tannia untuk Peluk Diri ke Depannya?

Tannia berharap Peluk Diri dapat terus menanamkan keterampilan-keterampilan penting seperti kemampuan mencari bantuan dan meregulasi emosi kepada remaja, sesuatu yang menurutnya masih belum banyak diajarkan secara luas.

โ€œHarapannya keterampilan tersebut bisa tertanam di benaknya remaja. Jadi ketika mereka menghadapi suatu masalah, mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan terlebih dahulu.โ€

Ia berharap Peluk Diri bisa terus mendampingi remaja sepanjang perjalanan mereka, termasuk ketika kelak beranjak dewasa.

Kapan dan di Mana Talkshow Ini Diadakan?

Talkshow “Mengelola Emosi, Menyelamatkan Jiwa” merupakan puncak kampanye #BeraniHadir dari Peluk Diri bekerja sama dengan Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa.

  • Jumat, 11 September 2026, pukul 16.00โ€“18.00 WIB
  • Perpustakaan Nasional RI Lantai 24, Jl. Medan Merdeka No. 11, Jakarta
  • Menghadirkan dua pembicara: Tannia selaku Direktur Utama Peluk Diri, dan A.W. sebagai EQ dan Mindfulness Trainer

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu atau orang di sekitarmu sedang berjuang, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Referensi

  • Tannia, Direktur Utama Peluk Diri. (2026, 4 September). Wawancara pribadi dalam rangka kampanye #BeraniHadir [transkrip wawancara]. Peluk Diri.

Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri