Apa Itu Smiling Depression dan Bagaimana Cara Mengenalinya pada Remaja?
Smiling depression adalah kondisi ketika seseorang tampak baik-baik saja dari luar, padahal sedang mengalami kesedihan mendalam di dalam dirinya, sehingga sering kali sulit dikenali oleh orang di sekitarnya. Kamu mungkin pernah melihat teman yang selalu terlihat ceria, tapi diam-diam sedang berjuang dengan perasaan yang berat dan sulit diceritakan.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, banyak remaja memilih menyembunyikan kesedihannya karena takut merepotkan atau dianggap lemah. Ia menekankan bahwa senyum yang ditampilkan di luar tidak selalu mencerminkan apa yang sebenarnya dirasakan seseorang.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari ciri, penyebab, serta cara menghadapi smiling depression.
Daftar Isi
- Kenapa Istilah Smiling Depression Belum Diakui secara Klinis? >
- Apa Saja Tanda Smiling Depression yang Sering Terlewat? >
- Mengapa Banyak Remaja Memilih Menyembunyikan Perasaannya? >
- Bagaimana Cara Mengenali Smiling Depression pada Diri Sendiri? >
- Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Mungkin Mengalaminya? >
- FAQ Smiling Depression pada Remaja >
- Kesimpulan >
Kenapa Istilah Smiling Depression Belum Diakui secara Klinis?
Smiling depression belum diakui sebagai diagnosis klinis resmi, meski istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan pengalaman nyata banyak orang.
Menurut Newport Academy, smiling depression juga dikenal sebagai walking depression atau high-functioning depression, dan meski bukan diagnosis resmi dalam DSM, kondisi ini tetap dianggap sebagai bentuk depresi yang nyata dan perlu ditangani.
Karena tidak masuk dalam diagnosis resmi, banyak remaja yang mengalaminya justru sulit menyadari bahwa apa yang mereka rasakan sebenarnya adalah tanda depresi.
Peneliti memperkirakan bahwa sekitar 15 hingga 40 persen orang dengan depresi mengalami gejala atipikal seperti ini, meski data pastinya masih terbatas.
Apa Saja Tanda Smiling Depression yang Sering Terlewat?
Tanda smiling depression sering terlewat karena secara kasat mata, remaja yang mengalaminya tetap terlihat produktif dan ceria.
Mengapa Banyak Remaja Memilih Menyembunyikan Perasaannya?
Banyak remaja memilih menyembunyikan perasaannya karena berbagai alasan yang berkaitan dengan tekanan sosial dan rasa takut dihakimi.
Menurut Bupa UK, banyak orang dengan gejala depresi tersembunyi sulit menyadari kondisinya sendiri karena mengira perasaan tersebut hanyalah bagian dari kepribadian mereka, bukan tanda yang perlu ditangani.
Rasa takut dianggap lemah, khawatir membebani orang lain, atau terbiasa menjadi ‘yang selalu kuat’ bagi teman-temannya juga menjadi alasan umum di kalangan remaja.
Semakin lama pola ini dibiarkan, semakin sulit pula bagi remaja untuk membedakan antara kelelahan biasa dan gejala depresi yang sebenarnya perlu ditangani.
Bagaimana Cara Mengenali Smiling Depression pada Diri Sendiri?
Mengenali smiling depression pada diri sendiri bisa dimulai dari jujur mengevaluasi perasaan di balik senyum yang kamu tampilkan setiap hari.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Kamu tidak harus selalu terlihat kuat. Mengakui bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja adalah langkah pertama untuk pulih.”
Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Mungkin Mengalaminya?
Mendukung teman yang mungkin mengalami smiling depression bisa dimulai dari memperhatikan perubahan kecil yang jarang disadari orang lain.
- Tanyakan kabar mereka secara lebih mendalam, bukan sekadar basa-basi.
- Perhatikan perubahan kecil seperti pola tidur, nafsu makan, atau kebiasaan sehari-hari.
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Terkadang, orang yang paling terlihat baik-baik saja justru yang paling butuh ditanya lebih dalam.“
FAQ Smiling Depression pada Remaja
Kesimpulan
Smiling depression adalah kondisi nyata meski belum diakui sebagai diagnosis klinis resmi, dan bisa dialami siapa saja termasuk remaja yang terlihat baik-baik saja dari luar. Dengan mengenali tandanya dan berani jujur pada diri sendiri maupun orang terdekat, kamu bisa mulai mencari dukungan yang tepat.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering merasa harus terlihat baik-baik saja padahal sedang tidak baik-baik saja dan butuh teman bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian.
Kamu bisa unduh aplikasi konsultasi psikologi Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi. Jika kamu butuh pendampingan lebih terarah untuk kondisi ini, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu.
Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.
