Webinar Nasional Bahas Dampak Kekerasan di Sekolah pada Kesehatan Mental Remaja
Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Himpsi Pusat menggelar webinar nasional gratis untuk membahas dampak kekerasan di sekolah terhadap kesehatan mental anak, sekaligus mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda kekerasan dan cara mendukung korban.
Peluk Diri menyambut baik inisiatif ini, karena kekerasan di sekolah sering kali meninggalkan luka emosional yang tidak kalah berat dari luka fisik, dan butuh lebih banyak orang yang paham cara meresponsnya dengan tepat, bukan hanya menyalahkan korban atau membiarkannya berlalu.
“Setiap anak berhak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan. Sayangnya, kekerasan di sekolah masih menjadi kenyataan yang dialami sebagian anak. Dampaknya tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan luka emosional yang memengaruhi kesehatan mental, proses belajar, hingga perkembangan mereka di masa depan,” tulis IPK Himpsi Pusat dalam keterangannya di Instagram @ipkhimpsipusat.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari jadwal dan cara mengikuti webinar, data terkini kekerasan di sekolah, dampaknya bagi kesehatan mental anak, hingga apa saja yang akan dibahas dalam webinar tersebut.
Daftar Isi
- Kapan dan Bagaimana Webinar Ini Bisa Diikuti? >
- Seberapa Besar Masalah Kekerasan di Sekolah pada Anak Indonesia? >
- Apa Dampak Kekerasan Sekolah bagi Kesehatan Mental Anak? >
- Apa yang Akan Dibahas dalam Webinar dan Kenapa Penting Diikuti? >
- Kesimpulan >
Kapan dan Bagaimana Webinar Ini Bisa Diikuti?
Webinar ini digelar secara daring dan terbuka gratis untuk umum dengan detail sebagai berikut.
- Waktu: Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 13.00-15.00 WIB.
- Tempat: Zoom Meeting.
- Biaya: Gratis dan terbuka untuk umum.
- Pendaftaran: melalui tautan yang dibagikan di akun Instagram resmi @ipkhimpsipusat.
Seberapa Besar Masalah Kekerasan di Sekolah pada Anak Indonesia?
Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, sebanyak 33,64 persen anak mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan, baik fisik, emosional, maupun seksual, dalam 12 bulan terakhir. Survei ini dilakukan terhadap anak usia 13-17 tahun dengan 15.120 sampel di 189 kabupaten/kota di Indonesia (Ibrahim & Saputra, 2026).
Kekerasan emosional pun tidak selalu terjadi secara langsung di sekolah, tapi juga bisa berlanjut ke ruang digital, sehingga orang tua dan pendidik perlu lebih peka terhadap tanda-tanda yang muncul, baik di dunia nyata maupun daring.
Apa Dampak Kekerasan Sekolah bagi Kesehatan Mental Anak?
Berikut beberapa dampak kekerasan di sekolah yang perlu diwaspadai, khususnya dalam bentuk bullying.
- Memicu gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.
- Meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik jangka panjang akibat trauma berkepanjangan.
- Mengganggu proses belajar dan menurunkan konsentrasi di sekolah.
- Menimbulkan luka emosional yang bisa terbawa hingga anak beranjak dewasa jika tidak ditangani.
Apa yang Akan Dibahas dalam Webinar dan Kenapa Penting Diikuti?
Melalui webinar ini, peserta diajak memahami dampak kekerasan di sekolah terhadap kesehatan mental anak secara lebih mendalam, sekaligus mempelajari langkah-langkah konkret untuk mencegah dan menangani kasus semacam ini di lingkungan sekitar. IPK Himpsi Pusat menekankan bahwa mengenali tanda-tanda kekerasan dan memberikan dukungan yang tepat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sekolah atau orang tua saja.
Webinar seperti ini bisa jadi langkah awal bagi siapa pun yang ingin lebih terlibat dalam isu kesehatan mental remaja, termasuk berikut ini.
- Orang tua yang ingin lebih peka mengenali tanda anaknya mengalami kekerasan di sekolah.
- Guru dan tenaga pendidik yang ingin memahami cara mendampingi siswa yang menjadi korban.
- Relawan atau komunitas yang ingin terlibat dalam advokasi kesehatan mental remaja.
- Siapa pun yang peduli dan ingin turut menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.
Kesimpulan
Kekerasan di sekolah bukan sekadar insiden yang berlalu begitu saja, melainkan bisa meninggalkan dampak jangka panjang bagi kesehatan mental anak jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Webinar nasional seperti ini menjadi salah satu langkah untuk membekali lebih banyak orang, baik orang tua, pendidik, maupun masyarakat umum, dengan pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencegah serta mendampingi korban kekerasan di sekolah.
Kalau kamu atau temanmu pernah mengalami kekerasan di sekolah dan butuh teman bicara, kamu nggak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.
Referensi
- Ikatan Psikolog Klinis Himpsi Pusat [@ipkhimpsipusat]. (2026, 31 Juli). Dampak kekerasan di sekolah pada kesehatan mental anak. Instagram. https://www.instagram.com/p/DbaXAjyRAJr
- Ibrahim R & Saputra Y. (2025, 23 Juli). Hari Anak Nasional: ‘Kondisi kesehatan mental anak Indonesia tidak baik-baik saja’. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2481zd7exo
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.
