Kemensos dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Dukung Kesehatan Mental Siswa di Sekolah
Kemensos bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membangun langkah kolaboratif untuk penguatan kesehatan mental bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat, program pendidikan pemerintah bagi anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Peluk Diri menyambut baik kolaborasi lintas kementerian seperti ini, karena penguatan kesehatan mental remaja butuh sinergi banyak pihak, bukan hanya satu lembaga saja, apalagi bagi siswa dengan latar belakang yang beragam dan rentan menghadapi berbagai tekanan tambahan dalam hidupnya sehari-hari.
“Karena memang latar belakang siswa ini istimewa ya. Kemudian ada aspek-aspek lain, seperti aspek-aspek problem keremajaan itu terjadi dan ini yang kita membutuhkan sinergi antara Kemensos dengan BKKBN,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Menteri Kemendukbangga/Waka BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kantor Kemensos, Jakarta (Humas Kemendukbangga Satu, 2026).
Daftar Isi
- Apa Konteks di Balik Kolaborasi Kemensos dan BKKBN Ini? >
- Apa Saja Program yang Akan Dijalankan di Sekolah? >
- Kenapa Kolaborasi Lintas Kementerian Ini Penting untuk Isu Kesehatan Mental? >
- Bagaimana Sekolah Bisa Mengakses Program Ini? >
- Kesimpulan >
Apa Konteks di Balik Kolaborasi Kemensos dan BKKBN Ini?
Konteks di balik kolaborasi Kemensos dan BKKBN ini adalah kebutuhan pendampingan mental yang lebih menyeluruh bagi siswa Sekolah Rakyat, program pendidikan yang menampung anak-anak dari latar belakang beragam dan rentan menghadapi tekanan tambahan dalam hidupnya.
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa unit terkecil yang bisa diintervensi untuk membangun kualitas sumber daya manusia adalah keluarga. “Itu sebabnya kita coba, karena ini anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat, mereka berada dalam lingkungan yang berbeda, sehingga kita lihat kira-kira apa-apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN,” ujarnya menegaskan.
Apa Saja Program yang Akan Dijalankan di Sekolah?
Program yang akan dijalankan di sekolah berpusat pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), yang menyediakan konselor sebaya bagi para siswa untuk saling mendukung satu sama lain.
- Konselor sebaya dari PIK-R akan membantu siswa menghadapi masalah masing-masing sebelum berkembang lebih berat.
- Siswa yang sudah menunjukkan gejala dan membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke tenaga yang lebih kompeten.
- Organisasi Generasi Berencana (Genre) berpotensi menjadi wadah pendampingan bersama psikolog dan tenaga profesional.
- Program Sekolah Siaga Kependudukan turut direncanakan untuk diintegrasikan dengan program pendampingan mental ini.
Isyana menjelaskan bahwa remaja cenderung lebih nyaman berbicara dengan teman sebaya. “Kalau kita berbicara anak-anak remaja, biasanya mereka lebih cenderung ingin berbicara dengan teman sebaya. Oleh karena itu, Pusat Informasi dan Konseling Remaja ini menyediakan apa yang disebut sebagai konselor sebaya. Supaya mereka bisa pada saat sebelum mereka ada permasalahan mental, bisa dideteksi sejak dini,” jelasnya.
Kenapa Kolaborasi Lintas Kementerian Ini Penting untuk Isu Kesehatan Mental?
Kolaborasi lintas kementerian ini penting karena kesehatan mental remaja Sekolah Rakyat tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja, mengingat kompleksitas latar belakang dan kebutuhan siswanya yang beragam.
“Supaya kemudian di tahun ajaran ini kita langsung bisa operasional, ya kan, lebih cepat lebih baik. Ini anak-anak kita yang harus kita urus bersama-sama, tidak hanya Kemensos,” ujar Agus Jabo. Langkah selanjutnya meliputi pematangan konsep dan teknis pelaksanaan, uji coba di beberapa Sekolah Rakyat, hingga penandatanganan nota kesepahaman resmi antara kedua kementerian terkait.
Bagaimana Sekolah Bisa Mengakses Program Ini?
Sekolah bisa mengakses program ini lewat pelatihan konselor sebaya yang akan diberikan melalui jejaring PIK-R dan Genre, sehingga siswa Sekolah Rakyat sendiri berpotensi dilatih menjadi konselor sebaya bagi teman-temannya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka bercerita kepada sesama remaja dibanding kepada orang dewasa yang mereka anggap punya jarak lebih jauh.
“Yang kita ingin coba kolaborasikan terutama terkait dengan pendidik sebaya dan konselor sebaya mengingat mereka lebih senang untuk berdiskusi curhat dengan sesamanya,” ungkap Isyana. Ia berharap pertumbuhan PIK-R dapat mendukung rencana kolaborasi ini untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat secara mental di masa depan, sejalan dengan visi Generasi Indonesia Emas 2045.
Kesimpulan
Kolaborasi Kemensos dan BKKBN untuk memperkuat kesehatan mental siswa Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa penanganan isu ini membutuhkan sinergi lintas lembaga, bukan hanya satu pihak saja. Lewat program PIK-R dan konselor sebaya, siswa diharapkan memiliki ruang yang lebih nyaman untuk bercerita dan mendapat pendampingan sejak gejala masalah mental mulai terlihat, sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kalau kamu butuh teman bicara soal apa yang kamu rasakan, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.
Referensi
- Humas Kemendukbangga Satu. (2026, 28 Juli). Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN bakal hadirkan layanan penguatan mental murid. https://www.kemendukbangga.go.id/posts/c2432593-295a-4ecb-9033-1a79c5801e15-kemensos-kemendukbangga-bkkbn-bakal-hadirkan-layanan-penguatan-mental-murid
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.
