Kenapa Remaja Mudah Ikut-Ikutan? Cara Membangun Pendirian Agar Tidak Mudah Ikut Arus Sekitar

Remaja sering mudah ikut-ikutan karena masa remaja adalah periode ketika identitas diri masih dalam proses terbentuk, sehingga kamu cenderung mencari jati diri dengan mengikuti orang-orang di sekitarmu.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin pernah mengikuti gaya, kebiasaan, atau keputusan temanmu meski sebenarnya kurang sesuai dengan dirimu. Ini wajar terjadi karena kamu sedang mencari tahu siapa dirimu sebenarnya. Ia menekankan bahwa memiliki pendirian bukan berarti menolak semua pengaruh, melainkan belajar memilih mana yang benar-benar sesuai dengan dirimu.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari kenapa remaja mudah ikut-ikutan, serta cara membangun pendirian dengan sehat.

Daftar Isi

Kenapa Remaja Cenderung Mengikuti Kelompok Sebayanya?

Remaja cenderung mengikuti kelompok sebayanya karena identitas diri masih dalam proses terbentuk, sehingga kamu sering menjawab pertanyaan “siapa aku” dengan meniru orang di sekitarmu.

Menurut OC Psychology Center, masa remaja adalah saat ketika diri masih dibangun, dan kamu sering mencari jawaban atas pertanyaan itu dengan mencerminkan orang-orang di sekitarmu. Secara alami, remaja lebih memilih rasa diterima dibanding tampil berbeda.

Apa Saja Bentuk Tekanan Teman Sebaya yang Sering Dialami Remaja?

Bentuk tekanan teman sebaya yang sering dialami remaja antara lain mengikuti gaya berpakaian, ikut serta dalam kegiatan yang sebenarnya kurang nyaman, dan menyetujui sesuatu hanya untuk menghindari kecanggungan.

  • Mengubah gaya bicara atau berpakaian agar sesuai dengan kelompok pertemanan.
  • Ikut serta dalam kegiatan tertentu meski sebenarnya kurang nyaman melakukannya.
  • Menyetujui ajakan hanya untuk menghindari kecanggungan atau konflik.
  • Mengubah pendapat pribadi agar sejalan dengan pendapat mayoritas di kelompok.

Sebagian bentuk tekanan ini tergolong ringan dan wajar sebagai bagian dari perkembangan, tapi ada juga yang perlu diwaspadai jika membuatmu melakukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilaimu.

Kenapa Sebagian Remaja Lebih Rentan Terpengaruh Dibanding yang Lain?

Sebagian remaja lebih rentan terpengaruh karena faktor seperti tingkat kepercayaan diri, kebutuhan akan pengakuan, dan seberapa besar rasa aman yang mereka miliki dalam kelompok pertemanannya.

Menurut KidsHealth, orang yang kurang percaya diri, baru bergabung dalam suatu kelompok, atau belum banyak pengalaman menghadapi tekanan sosial cenderung lebih mudah mengikuti ajakan orang lain, meski sebenarnya ragu.

Bagaimana Cara Membangun Pendirian agar Tidak Mudah Ikut-Ikutan?

Kamu bisa membangun pendirian dengan mengenali nilai-nilai yang penting bagimu, berlatih menyampaikan pendapat, dan memberi jeda sebelum menyetujui ajakan tertentu.

  • Kenali nilai-nilai yang penting bagimu, terlepas dari pendapat orang lain.
  • Latih dirimu menyampaikan pendapat kecil, meski berbeda dari kelompokmu.
  • Beri jeda sebelum menyetujui ajakan, tanyakan pada dirimu apakah kamu benar-benar menginginkannya.
  • Cari lingkungan pertemanan yang menghargai perbedaan pendapat, bukan yang menuntut keseragaman.

Semakin sering kamu melatih kebiasaan ini, semakin kuat pula pendirianmu dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang kamu temui.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Memiliki pendirian bukan berarti menolak semua orang. Itu berarti kamu tahu kapan harus mengikuti dan kapan harus memilih jalanmu sendiri.“

Bagaimana Cara Menolak Ajakan Tanpa Merusak Pertemanan?

Kamu bisa menolak ajakan tanpa merusak pertemanan dengan menyampaikan alasan secara jujur dan tetap bersikap ramah saat menyampaikannya.

  • Sampaikan penolakanmu secara jujur, tanpa perlu alasan yang berlebihan.
  • Tetap bersikap ramah, karena menolak ajakan tidak berarti menolak pertemanan itu sendiri.

Teman yang benar-benar menghargaimu akan tetap menerimamu meski kamu memilih jalan yang berbeda.

Kapan Tekanan Ini Perlu Ditangani oleh Profesional?

Kamu sebaiknya mencari bantuan profesional ketika tekanan untuk ikut-ikutan sudah membuatmu melakukan hal yang membahayakan diri sendiri atau bertentangan dengan nilai-nilaimu.

  • Kamu merasa terus-menerus dipaksa melakukan hal yang tidak kamu inginkan.
  • Kamu kesulitan menolak ajakan meski sudah mencoba berbagai cara.
  • Kamu merasa kehilangan jati diri karena terus mengikuti orang lain.

Kalau tandanya sudah seperti ini, bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor.

FAQ Kenapa Remaja Mudah Ikut-Ikutan

  • Apakah wajar kalau aku sering ikut-ikutan teman?
    Wajar. Ini bagian dari proses mencari identitas diri di masa remaja, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilaimu.
  • Apakah membangun pendirian berarti menjauh dari teman-teman?
    Tidak. Membangun pendirian berarti kamu tetap bisa dekat dengan teman, tapi tetap memilih sesuai nilai-nilaimu sendiri.

Kesimpulan

Mudah ikut-ikutan adalah hal yang wajar dialami remaja karena identitas diri masih dalam proses terbentuk. Dengan mengenali nilai-nilaimu dan melatih cara menyampaikan pendapat, kamu bisa perlahan membangun pendirian tanpa harus kehilangan pertemanan yang berarti.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering merasa sulit menolak ajakan atau menemukan pendirianmu sendiri, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri