Dampak Media Sosial terhadap Body Image dan Gangguan Makan Remaja
Media sosial kini jadi salah satu kekuatan paling besar yang membentuk cara remaja memandang tubuhnya sendiri, dan sayangnya dampaknya sering ke arah yang kurang sehat.
Peluk Diri melihat isu ini penting untuk terus dibicarakan secara terbuka, karena banyak remaja yang tanpa sadar mulai membandingkan tubuhnya dengan standar yang sebenarnya tidak realistis, sampai akhirnya memengaruhi rasa percaya diri dan hubungan mereka dengan makanan.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook terus-menerus menyajikan standar kecantikan yang tidak realistis, sehingga mendorong munculnya ketidakpuasan tubuh secara masif di kalangan generasi muda. Berdasarkan kajian sistematis yang dipublikasikan di Sinergi International Journal of Psychology, lebih dari 60 persen pengguna media sosial melaporkan rasa tidak puas terhadap penampilan mereka setelah mengonsumsi konten kecantikan di Instagram (IDSCIPUB, 2026).
Daftar Isi
- Kenapa Media Sosial Bisa Memperburuk Cara Pandang Remaja terhadap Tubuhnya? >
- Apakah Dampaknya Sama di Semua Negara? >
- Apa Tanda Body Dissatisfaction yang Perlu Diwaspadai? >
- Bagaimana Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat dengan Tubuh Sendiri? >
- Kesimpulan >
Kenapa Media Sosial Bisa Memperburuk Cara Pandang Remaja terhadap Tubuhnya?
Paparan konten yang sudah diedit secara digital memicu proses perbandingan sosial yang tidak sehat. Remaja cenderung membandingkan dirinya dengan gambar yang sudah disaring dan dimanipulasi, padahal jauh dari kenyataan sebenarnya.
Menurut American Psychological Association, paparan berulang terhadap citra tubuh ideal di media sosial berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko gangguan makan, depresi, dan kecemasan pada remaja.
Apakah Dampaknya Sama di Semua Negara?
Menariknya, dampak media sosial terhadap body image ternyata tidak seragam di berbagai belahan dunia. Penelitian di sejumlah negara berkembang menunjukkan tingkat ketidakpuasan tubuh yang relatif lebih rendah dibanding negara lain, seiring minimnya paparan terhadap standar kecantikan tertentu. Sementara itu, penelitian di sejumlah negara Eropa justru mengonfirmasi korelasi kuat antara intensitas penggunaan Instagram dengan meningkatnya kecemasan tubuh, terutama pada remaja perempuan.
Di kawasan Asia, tekanan yang dihadapi remaja pun cenderung ganda, yaitu gabungan antara standar kecantikan lokal dan standar kecantikan dari luar yang sama-sama gencar muncul di linimasa media sosial mereka sehari-hari. Kondisi ini membuat remaja Indonesia perlu ekstra kesadaran, karena paparan yang mereka terima bukan cuma satu standar tunggal, melainkan campuran dari berbagai referensi kecantikan yang datang silih berganti setiap hari.
Apa Tanda Body Dissatisfaction yang Perlu Diwaspadai?
Beberapa tanda berikut bisa jadi sinyal bahwa hubungan seseorang dengan citra tubuhnya mulai terganggu, dan sebaiknya tidak dibiarkan berlarut tanpa dukungan yang tepat.
- Terus-menerus membandingkan bentuk tubuh sendiri dengan orang lain di media sosial, sampai memengaruhi suasana hati sehari-hari.
- Menghindari kegiatan sosial atau berfoto karena merasa tidak nyaman dengan penampilan sendiri.
- Perasaan cemas atau rendah diri yang muncul setelah scrolling konten tertentu di media sosial.
- Perhatian yang berlebihan terhadap bentuk tubuh sampai mengganggu aktivitas dan hubungan sehari-hari.
Kalau tanda-tanda ini mulai terasa mengganggu, penting untuk bercerita ke orang yang dipercaya atau mencari bantuan profesional, alih-alih mencoba mengatasinya sendirian.
Bagaimana Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat dengan Tubuh Sendiri?
Berikut beberapa langkah yang bisa membantu remaja menjaga hubungan yang lebih sehat dengan citra tubuhnya di tengah derasnya paparan media sosial.
Kesimpulan
Media sosial memang berperan besar membentuk cara pandang remaja terhadap tubuhnya sendiri, tapi dampak ini bisa dikelola dengan kesadaran dan dukungan yang tepat. Mengenali standar kecantikan yang tidak realistis, mewaspadai tanda body dissatisfaction, dan berani bercerita saat merasa terganggu adalah langkah penting untuk menjaga hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri di tengah derasnya arus media sosial.
Perlu diingat juga bahwa masalah ini bukan cuma soal individu semata. Sekolah, keluarga, dan bahkan platform digital punya peran untuk sama-sama menciptakan ruang yang lebih ramah bagi keberagaman bentuk tubuh, supaya remaja tidak harus berjuang sendirian menghadapi tekanan standar kecantikan yang terus berubah setiap harinya.
Kalau kamu merasa butuh teman bicara soal apa pun yang kamu alami, kamu nggak perlu menghadapinya sendirian. Coba layanan konseling online remaja dari Peluk Diri untuk bercerita dengan aman. Kunjungi juga Peluk Diri untuk kenalan lebih jauh dengan layanan kami, atau unduh aplikasi layanan konseling remaja Peluk Diri supaya lebih mudah bercerita kapan pun kamu butuh.
Referensi
- IDSCIPUB. (2026, 10 September). Dampak media sosial terhadap body image remaja. https://idscipub.com/id/dampak-media-sosial-terhadap-body-image-remaja/
- Nuriana, Z. I. (2024). The impact of social media on body image and self-perception among teenagers: Risks, resilience, and policy implications. Sinergi International Journal of Psychology, 2(3), 165โ180. https://journal.sinergi.or.id/index.php/Psychology/article/view/524
Catatan: artikel ini membahas topik gangguan makan secara umum untuk tujuan edukasi. Jika kamu atau temanmu mengalami kesulitan terkait pola makan atau citra tubuh, sangat disarankan untuk bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya atau tenaga profesional.
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.
