Kenapa Remaja Mudah Merasa Overwhelmed: Pengetahuan tentang Window of Tolerance

Kamu sebagai manusia punya batas kemampuan tubuh dan pikiran dalam menghadapi tekanan yang disebut Window of Tolerance, dan ketika batas ini terlampaui, kamu akan merasa overwhelmed sehingga sulit berpikir jernih atau bahkan terasa mati rasa.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kamu mungkin pernah tiba-tiba panik, atau justru merasa kosong dan enggan memikirkan apa pun, padahal masalahnya terlihat biasa saja bagi orang lain. Kondisi ini bukan tanda kamu lemah, melainkan tanda tubuhmu sedang kelebihan beban. Ia menekankan bahwa mengenali kondisi ini bisa membantumu lebih cepat kembali tenang.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu window of tolerance, dan cara kembali tenang dengan sehat.

Daftar Isi

Apa Itu Window of Tolerance?

Window of tolerance adalah zona nyaman ketika kamu bisa berpikir jernih, merasakan emosi, dan tetap tenang meski sedang menghadapi tekanan.

Menurut Neurodivergent Insights, istilah ini menjelaskan cara kerja sistem sarafmu. Selama kamu berada dalam zona ini, kamu dapat berpikir tenang dan menghadapi masalah tanpa panik berlebihan. Namun, ketika tekanan terlalu besar, kamu akan keluar dari zona ini dan merasa overwhelmed.

Apa yang Terjadi Ketika Kamu Keluar dari Window of Tolerance?

Ketika kamu keluar dari window of tolerance, kamu akan mengalami salah satu dari dua kondisi, yaitu hyperarousal atau hypoarousal.

Menurut Mental Health Center Kids, hyperarousal adalah ketika kamu merasa panik dan jantung berdebar kencang karena tubuh dalam kondisi siaga tinggi, sedangkan hypoarousal adalah ketika kamu justru merasa kosong, sangat lelah, dan enggan memikirkan apa pun.

Bagaimana Cara Mengetahui Kamu Sedang Overwhelmed?

Tanda kamu sedang overwhelmed antara lain jantung berdebar kencang, sulit fokus, dan tiba-tiba merasa kosong atau sangat lelah.

  • Jantung berdebar kencang atau napas menjadi cepat tanpa alasan yang jelas.
  • Sulit fokus atau pikiran terasa berlarian ke mana-mana.
  • Tiba-tiba merasa kosong, sangat lelah, atau enggan melakukan apa pun.
  • Mudah tersinggung atau ingin marah tanpa sebab yang besar.

Kalau kamu mengalami beberapa tanda ini, itu sinyal untuk berhenti sejenak, bukan untuk memaksakan diri terus melanjutkan aktivitas.

Bagaimana Cara Kembali Tenang Saat Kamu Overwhelmed?

Kamu bisa kembali tenang saat overwhelmed dengan menarik napas perlahan, merasakan sentuhan benda di sekitarmu, dan menggerakkan tubuh sejenak.

  1. Tarik napas perlahan, dengan buang napas lebih panjang dari tarikan napas.
  2. Rasakan kaki yang menapak di lantai atau tangan yang memegang sesuatu di dekatmu.
  3. Minum air putih secara perlahan untuk membantu tubuhmu lebih fokus pada saat ini.
  4. Gerakkan tubuh sebentar, misalnya berjalan kaki atau peregangan ringan.

Kamu tidak perlu mencoba semua cara ini sekaligus. Pilih satu yang paling mudah kamu lakukan sekarang, lalu latih terus hingga menjadi kebiasaan.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Kamu tidak harus langsung tenang seketika. Pelan-pelan saja, yang penting kamu sudah mulai mencoba.“

Bagaimana Cara Memperluas Window of Tolerance Kamu?

Kamu bisa memperluas window of tolerance dengan menjaga tidur dan pola makan, beristirahat sebelum kelelahan, dan bercerita kepada orang yang kamu percaya.

  • Tidur cukup dan jaga pola makan agar tubuhmu memiliki energi menghadapi hari.
  • Latih diri untuk beristirahat sebelum merasa sangat lelah, bukan setelah kewalahan.
  • Cerita kepada orang yang kamu percaya agar kamu tidak menanggung semuanya sendirian.

Semakin sering kamu melatih kebiasaan ini, semakin luas window of tolerance kamu ke depannya.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Window of tolerance kamu bisa semakin luas kalau kamu memberi diri sendiri waktu untuk pulih, bukan dipaksa terus terlihat kuat.“

Kapan Diharuskan Meminta Bantuan Profesional?

Kamu sebaiknya mencari bantuan profesional ketika sering merasa overwhelmed dan sulit kembali tenang meski sudah mencoba sendiri. Misalnya:

  • Kondisi sudah mengganggu sekolah, pertemanan, atau kegiatan sehari-hari.
  • Kamu merasa tidak ada cara yang berhasil membuatmu tenang kembali.

Kalau tandanya sudah seperti ini, sebaiknya bicarakan kondisi ini dengan orang tua, guru, atau konselor agar kamu bisa mendapat bantuan yang lebih tepat.

FAQ Window of Tolerance

  • Apakah wajar kalau aku mudah merasa overwhelmed?
    Wajar. Setiap orang memiliki window of tolerance yang berbeda-beda.
  • Apakah window of tolerance bisa menjadi lebih luas?
    Bisa. Dengan latihan dan kebiasaan yang konsisten, window of tolerance kamu bisa semakin luas.

Kesimpulan

Overwhelmed bukan tanda kamu lemah, melainkan tanda sistem sarafmu sedang kelebihan beban. Dengan mengenali tandanya dan melatih cara kembali tenang, kamu bisa perlahan memperluas window of tolerance kamu.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering merasa overwhelmed, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian.

Kamu bisa unduh aplikasi konseling online Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya, atau mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk pendampingan yang lebih terarah.

Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri