Bagaimana Cara Mendukung Korban Bullying sebagai Teman?
Cara mendukung korban bullying sebagai teman adalah dengan mendengarkan tanpa menghakimi, menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian, dan membantu mereka melapor, bukan dengan langsung mengonfrontasi pelaku secara sendirian.
Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, kehadiran seorang teman yang peduli bisa sangat berarti bagi korban bullying, meski hanya lewat tindakan sederhana. Ia menekankan bahwa kamu tidak harus menjadi pahlawan untuk membuat perubahan berarti bagi temanmu.
Kamu mungkin pernah melihat teman diperlakukan tidak adil, tapi bingung harus berbuat apa tanpa membuat situasinya semakin rumit. Di artikel ini, kamu akan mempelajari cara mendukung teman yang menjadi korban bullying dengan aman dan efektif.
Baca juga: Tanda-Tanda Love Bombing yang Perlu Diketahui Remaja
Daftar Isi
- Apa Tanda Temanmu Mungkin Sedang Mengalami Bullying? >
- Bagaimana Cara Menunjukkan Dukungan Tanpa Membuat Situasi Makin Berat? >
- Bagaimana Cara Bersikap Saat Melihat Bullying Terjadi Langsung? >
- Bagaimana Cara Mendorong Temanmu untuk Melapor ke Orang Dewasa? >
- Bagaimana Jika Kamu Sendiri Merasa Takut untuk Ikut Membantu? >
- FAQ Mendukung Korban Bullying >
- Kesimpulan >
Apa Tanda Temanmu Mungkin Sedang Mengalami Bullying?
Beberapa tanda bisa membantumu mengenali apakah temanmu sedang mengalami bullying, meski mereka belum pernah menceritakannya secara langsung.
- Tiba-tiba menarik diri dari pertemanan atau kegiatan yang biasa diikuti.
- Perubahan suasana hati yang signifikan tanpa alasan yang jelas.
- Menghindari tempat atau waktu tertentu di sekolah tanpa penjelasan.
- Penurunan nilai atau minat belajar secara tiba-tiba.
- Terlihat gelisah setiap kali membuka ponsel atau media sosial.
Bagaimana Cara Menunjukkan Dukungan Tanpa Membuat Situasi Makin Berat?
Menunjukkan dukungan kepada teman yang dibully bisa dilakukan lewat tindakan sederhana yang tidak membahayakan siapapun, termasuk dirimu sendiri.
Menurut Mental Health First Aid, penting untuk menganggap serius setiap kejadian bullying yang diceritakan teman, sekaligus tidak ragu meminta bantuan orang dewasa jika situasinya membahayakan.
Kadang, hal sekecil menemani makan siang bersama atau berjalan pulang bareng bisa membuat temanmu merasa jauh lebih aman dan tidak sendirian menghadapi harinya.
Bagaimana Cara Bersikap Saat Melihat Bullying Terjadi Langsung?
Cara bersikap saat melihat bullying terjadi langsung sebaiknya mengutamakan keselamatan diri dan korban, bukan konfrontasi langsung dengan pelaku.
Menurut PACER Teens Against Bullying, konfrontasi langsung terhadap pelaku sering kali tidak aman, sehingga fokus utama sebaiknya diarahkan pada memberi dukungan kepada korban.
Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa ketika satu orang berani bersuara membela korban, orang lain di sekitarnya cenderung ikut bersikap lebih peduli. Dan kebalikannya, ada juga momen ketika remaja malah memilih diam secara sengaja, karena merasa sudah ada yang mengambil tindakan duluan sehingga mereka tidak perlu melakukan apa-apa. Ini disebut Bystander Effect dalam Kasus Bullying Sekolah.
Bagaimana Cara Mendorong Temanmu untuk Melapor ke Orang Dewasa?
Mendorong temanmu untuk melapor perlu dilakukan dengan cara yang membuatnya merasa didukung sepenuhnya, bukan dipaksa atau disalahkan.
- Tawarkan diri untuk menemaninya saat melapor ke guru atau konselor sekolah.
- Bantu dia mencatat kejadian, termasuk waktu dan detail yang terjadi.
- Ingatkan bahwa melapor bukan tanda lemah, tapi langkah berani untuk menghentikan bullying.
- Beri dia waktu jika belum siap melapor, tapi tetap sampaikan bahwa kamu ada di sisinya.
Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Menemani teman melapor sering kali memberi keberanian yang tidak bisa mereka temukan sendirian.“
Baca juga: Kapan Harus Melibatkan Orang Dewasa Saat Teman Dibully?
Bagaimana Jika Kamu Sendiri Merasa Takut untuk Ikut Membantu?
Wajar merasa takut ketika ingin membantu teman yang di-bully, terutama jika kamu khawatir menjadi sasaran berikutnya dari pelaku yang sama.
Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Rasa takutmu valid. Bantuan sekecil apa pun tetap berarti, bahkan jika hanya berupa dukungan diam-diam yang tidak terlihat orang lain.“
FAQ Mendukung Korban Bullying
Kesimpulan
Mendukung korban bullying sebagai teman tidak harus berupa tindakan besar atau berisiko bagi keselamatanmu sendiri. Dengan mendengarkan, hadir secara konsisten, dan membantu mereka melapor, kamu sudah memberikan dukungan yang berarti bagi kesehatan mental temanmu.
Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu atau temanmu sedang mengalami bullying dan butuh tempat untuk bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konsultasi psikologi Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi.
Jika situasinya butuh pendampingan lebih terarah, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu.
Kunjungi juga laman resmi Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya. Yuk, bercerita sekarang!
Tentang Peninjau

Artikel ini disusun berdasarkan riset dan referensi terpercaya Peluk Diri. Seluruh artikel telah ditinjau oleh Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., salah satu tim pakar Peluk Diri dengan latar belakang bidang psikologi dan kesehatan mental remaja.
Tentang Peluk Diri

Peluk Diri adalah platform kesehatan mental remaja di bawah PT Kita Orang Biasa yang memiliki konselor sebaya dan para psikolog profesional. Peluk Diri berfokus menyediakan dukungan emosional, edukasi psikologis, dan ruang bercerita bagi remaja usia 13โ18 tahun.