Anxiety Attack vs Panic Attack: Apa Perbedaannya yang Penting untuk Diketahui?

Anxiety attack dan panic attack berbeda dari cara munculnya dan tingkat keparahan gejalanya, meski keduanya sering dianggap sama karena gejala fisiknya cukup mirip satu sama lain.

Menurut Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa, memahami perbedaan keduanya penting agar kamu bisa mengambil langkah yang tepat saat mengalaminya. Ia menekankan bahwa keduanya sama-sama nyata dan layak mendapat perhatian, apa pun istilah yang digunakan. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan bahkan mencatat gejala kecemasan dialami ratusan ribu anak dan remaja Indonesia. Baca selengkapnya soal temuan ini di sini.

Kamu mungkin pernah merasa jantung berdebar kencang dan sulit bernapas, tapi bingung apakah itu panic attack atau sekadar cemas berlebihan biasa. Di artikel ini, kamu akan mempelajari perbedaan, gejala, serta cara menghadapi anxiety attack maupun panic attack.

Daftar Isi

Bagaimana Cara Membedakan Anxiety Attack dan Panic Attack?

Cara membedakan anxiety attack dan panic attack bisa dilihat dari kecepatan munculnya gejala dan pemicu yang mendasarinya.

AspekAnxiety AttackPanic Attack
OnsetMuncul bertahap seiring waktuMuncul tiba-tiba dan cepat
PemicuBiasanya terkait kekhawatiran tertentuBisa tanpa pemicu yang jelas
DurasiBisa berlangsung berhari-hariBiasanya memuncak dalam hitungan menit
IntensitasRingan hingga sedangSangat intens dan mengagetkan

Kalau kecemasanmu lebih sering muncul menjelang ujian, kamu bisa cek juga pembahasan khusus soal test anxiety di sini.

Menurut Healthline, istilah ‘anxiety attack’ bukan diagnosis medis resmi, sedangkan panic attack sudah diakui secara klinis dalam DSM-5, sehingga keduanya perlu dipahami secara berbeda.

Meski begitu, banyak orang tetap menggunakan istilah anxiety attack secara umum untuk menggambarkan episode kecemasan yang terasa berat, meski secara klinis belum tentu sama dengan panic attack.

Apa Saja Gejala yang Muncul Saat Mengalami Panic Attack?

Gejala panic attack cenderung muncul secara intens dan bisa terasa menakutkan bagi yang mengalaminya untuk pertama kali tanpa persiapan.

  • Jantung berdebar kencang disertai rasa sesak di dada.
  • Sulit bernapas atau merasa seperti kehabisan udara.
  • Tubuh gemetar, berkeringat, atau merasa pusing mendadak.
  • Rasa takut kehilangan kendali atau merasa terlepas dari kenyataan.
  • Sensasi mati rasa atau kesemutan di tangan maupun kaki.

Menurut HelpGuide.org, panic attack bisa dipicu oleh situasi tertentu maupun muncul tanpa alasan yang jelas, berbeda dengan anxiety attack yang umumnya terkait kekhawatiran akan kejadian di masa depan.

Karena gejalanya mirip dengan serangan jantung, banyak orang yang mengalami panic attack untuk pertama kalinya justru mencari pertolongan medis darurat sebelum menyadari penyebabnya.

Kapan Panic Attack Bisa Berkembang Jadi Panic Disorder?

Panic attack sesekali umumnya masih tergolong wajar, apalagi kalau ada pemicu yang jelas seperti tekanan ujian atau konflik pribadi. Kondisi ini bisa mengarah ke panic disorder kalau serangannya berulang, muncul tanpa pemicu jelas, dan membuatmu terus-menerus khawatir akan mengalami serangan berikutnya.

Beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan:

  • Serangan panik terjadi lebih dari sekali dalam sebulan tanpa pemicu spesifik.
  • Kamu mulai menghindari tempat atau situasi tertentu karena takut serangan muncul lagi.
  • Muncul rasa cemas berlebihan tentang kapan serangan berikutnya akan datang.
  • Aktivitas harianmu mulai terganggu karena rasa takut ini.

Kalau tanda-tanda ini kamu rasakan, penting untuk mulai mempertimbangkan bantuan profesional, bukan hanya mengandalkan teknik menenangkan diri sendiri.

Jenis BantuanKapan DibutuhkanContoh Pendekatan
Self-help/teknik pernapasanSerangan ringan dan jarangPernapasan 4 hitungan, grounding technique
Konseling/psikologSerangan mulai sering, ganggu keseharianTerapi bicara, CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
PsikiaterGejala berat, disertai gangguan tidur/makanEvaluasi medis, kombinasi terapi dan obat bila perlu

Untuk memahami beda peran ketiganya, baca penjelasan lengkap soal konseling, psikoterapi, dan psikiatri di sini.

Bagaimana Cara Menenangkan Diri Saat Serangan Muncul?

Cara menenangkan diri saat anxiety attack atau panic attack muncul bisa dilakukan lewat teknik sederhana yang fokus pada pernapasan dan kondisi tubuhmu.

  1. Tarik napas perlahan selama empat hitungan, tahan, lalu embuskan perlahan.
  2. Fokus pada lima benda yang bisa kamu lihat di sekitarmu untuk mengalihkan perhatian.
  3. Ingatkan dirimu bahwa perasaan ini akan mereda, meski terasa sangat berat saat ini.
  4. Cari tempat yang lebih tenang jika memungkinkan untuk meredakan rangsangan berlebih.
  5. Beri jeda sebelum kembali beraktivitas agar tubuh benar-benar pulih dari lonjakan stres.

Kalau kamu butuh panduan teknik menenangkan diri yang lebih detail, simak juga penjelasan lengkap soal grounding technique di sini.

Catatan dari Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa: “Jangan melawan rasa panik dengan menahannya. Biarkan gelombangnya lewat sambil kamu fokus mengatur napas.“

Bagaimana Cara Mendukung Teman yang Sedang Mengalaminya?

Mendukung teman yang sedang mengalami anxiety attack atau panic attack bisa dilakukan dengan tetap tenang dan tidak ikut panik.

  • Tetap berada di dekatnya tanpa memaksanya berbicara jika belum siap.
  • Bantu dia mengatur napas dengan mencontohkan pola napas yang perlahan.
  • Hindari kalimat seperti ‘tenang saja’ tanpa memberi ruang untuk perasaannya.
  • Tanyakan apa yang biasanya membantu dia setelah serangan mereda, jika dia sudah pernah mengalaminya.

Memahami window of tolerance juga membantu kamu mengenali kapan seseorang sudah merasa kewalahan secara emosional. Pelajari lebih lanjut di sini.

Nenden Esty Nurhayati, Founder PT Kita Orang Biasa pernah menyampaikan, “Kehadiranmu yang tenang sering kali jauh lebih membantu dibanding kata-kata yang terburu-buru.”

FAQ Anxiety Attack dan Panic Attack

  • Apakah anxiety attack dan panic attack berbahaya secara fisik?
    Gejalanya bisa terasa sangat menakutkan, namun umumnya tidak mengancam nyawa. Tetap penting memeriksakan diri jika sering terjadi atau gejalanya semakin berat.
  • Kapan sebaiknya aku mencari bantuan profesional?
    Jika serangan sering terjadi dan mulai mengganggu keseharianmu secara signifikan, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog atau psikiater sesegera mungkin.
  • Apakah anxiety attack bisa terjadi tanpa alasan yang jelas seperti panic attack?
    Bisa, meski lebih jarang. Anxiety attack umumnya terkait kekhawatiran tertentu, tapi pada beberapa orang gejalanya juga bisa muncul tanpa pemicu yang langsung disadari.
  • Apakah remaja termasuk kelompok yang rentan mengalami panic attack?
    Cukup rentan, terutama saat menghadapi tekanan akademik atau sosial yang tinggi. Data nasional bahkan menunjukkan gejala kecemasan cukup signifikan pada kelompok usia sekolah menengah.

Kesimpulan

Anxiety attack dan panic attack memang berbeda dari cara muncul dan intensitasnya, namun keduanya sama-sama membutuhkan perhatian yang serius dan tidak boleh dianggap remeh. Dengan mengenali gejala dan menerapkan teknik menenangkan diri, kamu bisa menghadapi kedua kondisi ini dengan lebih siap dan tidak sendirian.

Yuk, Cerita Bersama Peluk Diri
Kalau kamu sering mengalami anxiety attack atau panic attack dan butuh teman untuk bercerita, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa unduh aplikasi konsultasi psikologi Peluk Diri untuk bercerita dengan teman sebaya yang siap mendengarkan tanpa menghakimi.

Jika kamu butuh pendampingan lebih terarah mengelola kecemasan, kamu juga bisa mengakses layanan konseling online Peluk Diri untuk mendapat dukungan yang lebih sesuai kebutuhanmu. Kunjungi juga Peluk Diri untuk informasi kesehatan mental remaja lainnya.

Yuk, bercerita sekarang!


Tentang Peninjau


Tentang Peluk Diri